Showing posts with label Religi. Show all posts
Showing posts with label Religi. Show all posts

Monday, May 21, 2018

Renungan Kehidupan

💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak akan kembali :
1. Waktu 🕐
2. Kata-kata 😌
3. Kesempatan 😊
💐 Ada 3 Hal yg dapat mnghancurkn hidup seseorg :
1. Kemarahan 😡
2. Keangkuhan 😎
3. Dendam 👹
💐 Ada 3 Hal yg tidak boleh hilang :
1. Harapan 😊
2. Keikhlasan 😇
3. Kejujuran 😇
💐 Ada 3 Hal yg mnyegarkn :
1. Kata2 bijak 👪
2. Hati yg gembira
3. Minum air putih 😇
💐 Ada 3 Hal yg paling berharga :
1. Kasih Sayang 👪
2. Cinta 💘
3. Kebaikan 😇
💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tdk pernah pasti :
1. Kekayaan 💰
2. Kejayaan 🎓
3. Mimpi 💤
💐 Ada 3 Hal yg mmbentuk watak seseorg :
1. Komitmen 👌
2. Ketulusan 🙏
3. Kerja keras 💪
💐 Ada 3 Hal yg mmbuat kita sukses :
1. Tekad ✊
2. Kemauan 👆
3. Fokus ☝
💐 Ada 3 Hal yg tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki 💎
2. Umur 👶�
3. Jodoh 💑
TAPI, ada 3 Hal dlm hidup yg PASTI dan TIDAK DAPAT DI ELAKKAN :
1. Tua 👵
2. Sakit 🏥
3. Mati 👼

Pada akhirnya tinggal 3 hal ini yg harus kita miliki
Iman, pengharapan & kasih ..😇

Like & share guys..

Semoga Bermanfaat

.TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube 
You Tube

Monday, December 18, 2017

SIAPAKAH DAJJAL..?




*Dajjal ialah seorang manusia yang telah ditangguhkan ajalnya. Dia diberi kelebihan oleh Allah SWT untuk menguji keimanan manusia.

*Makanan orang-orang beriman ketika Dajjal keluar nanti hanyalah (T4), yaitu: Tasbih (SubhanAllah), Tahmid (Alhamdulillah), Tahlil (La Ilaha Ilallah) dan Takbir (Allahu Akbar).

*Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bisa kenyangkah?"
"Tidak. Manusia akhir zaman berzikir hanya sebagai cara untuk terus bersabar dengan lapar".

*Kita akan selalu berpuasa sunah. Sebab waktu Dajjal keluar nanti, kita hanya bisa bertahan hidup dengan tasbih, kerena Dajjal akan memonopoli semua makanan di atas muka bumi.

*Beberapa kelebihan-kelebihan yang Allah SWT berikan kepada Dajjal adalah:
- Bisa menyuburkan tanaman.
- Bisa menurunkan hujan.
- Bisa menghidupkan orang yang sudah mati.

*Bagaimana Dajjal bisa keliling dunia cuma dalam waktu 40 hari?
Ketahuilah bahwa pergerakan Dajjal itu bagaikan hujan yang ditiup angin.

*Dajjal akan menjadi pemimpin dunia. Semua pemerintahan nanti akan berada di bawah kekuasaannya. Apabila dunia telah dikuasai semua, maka dia akan mengaku dirinya sebagai tuhan.

*Lalu Dajjal akan menyuruh semua manusia mengakui bahwa dia adalah tuhan. Barangsiapa yang mengakui Dajjal sebagai tuhan maka dia akan kafir, tetapi dia dapat kemewahan dunia. Dan barangsiapa yang tak mengakuinya maka akan menderita.

*Hari pertama Dajjal di dunia = Setahun.
Hari ke 2 = Sebulan.
Hari ke 3 = Seminggu.
Hari ke 4 sampai hari ke 40 = hari-hari biasa.

*Dajjal itu penipu besar. Sebagian besar pengikutnya adalah wanita dan kanak-kanak, kerana mereka itu mudah diperpedaya.

*Sabda Nabi Saw: _"Ketika Dajjal keluar, ikatlah anak dan isterimu pada tiang di dalam rumah. Tindakan ini untuk mencegah mereka keluar dan terpedaya olehnya (Dajjal).

*Jika Dajjal keluar ketika aku masih hidup, aku akan bersama-sama dengan kalian semua untuk menentangnya.(hadist)

*Dajjal akan menghidupkan semula orang tua kita yang telah meninggal untuk meyakinkan kita bahwa dia adalah tuhan. Sedangkan yang hidup itu hanyalah jelmaan syaitan!

"Jika kalian berjumpa dengan Dajjal, maka bacalah 10 ayat pertama dari surah al-Kahfi" (Hadits).

*Semua pelosok dunia akan didatangi oleh Dajjal, kecuali 2 tempat saja yaitu Makkah dan Madinah, kerana kedua tempat ini dikawal ketat oleh Malaikat.

*Waktu Dajjal keluar nanti, masing-masing harus melindungi diri sendiri. Karena tak seorang pun bisa membantu. Pada waktu itu seorang ibu hendak menolong anaknya pun tak bisa.

*"Kalau kita bersembunyi dalam air, tetap tidak akan daripada Dajjal"?

*Karena kata Syeikh Zainul Asri, kekuasaan Dajjal itu di darat, di laut dan udara. Kita tak bisa lari.

*"Dajjal takut dengan azan. Kalau dia buat benteng, dan waktu itu sedang azan, maka akan musnah benteng tersebut". (Syeikh Zainul Asri.)

*Dajjal akan buta matanya dan akan muncul tulisan 'Ka Fa Ra' di dahinya setelah dia mengaku bahwa dialah tuhan.

*Dajjal akan keluar membawa Neraka dan Syurga. Neraka adalah tempat kesengsaraan dan Syurga adalah tempat kebahagiaan. Tetapi Nerakanya Dajjal sebenarnya adalah Syurga dan Syurganya Dajjal pada hakekatnya adalah Neraka.

*Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa as. setelah Dajjal berhasil mengusai dunia selama 40 hari setelah dia keluar nanti.

*Amalkan 10 ayat pertama dan 10 ayat terakhir surah al-Kahfi, niscaya kalian akan selamat daripada fitnah Dajjal.

*Sabda Nabi SAW; "Hafalkan 10 ayat pertama daripada surah al Kahfi, maka kamu akan selamat daripada Dajjal".

*"Yang paling aku takutkan melanda umatku pada akhir zaman ialah huru hara yang dibawa oleh Dajjal". (Hadits).

Orang yang malas untuk mencari tahu perkara Dajjal ini, maka mereka tidak akan tahu betapa dahsyat huru-haranya yang akan dibawa oleh Dajjal nanti.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

Friday, December 15, 2017

SIAPAKAH SEBENARNYA SETAN ITU?


Pertanyaan ini selalu terngiang di dalam benak kita dan sulit diketahui apa jawabannya, karena setan itu tidak terlihat oleh kita tapi mereka mampu melihat kita. Selalu berbisik-bisik ditelinga kita, selalu menghembuskan keraguan dalam hati kita sedangkan kita tidak tahu dimana setan berada? Dan apa yang sedang dikerjakannya? Dan pertanyaan ini akan terus tergiang, siapa sebenarnya setan itu? Namun dengan kemampuan akal yang kita miliki kita dapat mengetahui sepak terjang setan itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala selalu memerintahkan kepada kita untuk selalu berlindung kepada-Nya dari segala tipu daya setan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Maha berkuasa atas segala makhluk-Nya baik orang yang mukmin, kafir, yang taat ataupun berdosa sekalipun, maka kita harus meminta pertolongan kepada-Nya.

Namun manusia diberi pilihan dan jalan untuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketaatan itupun dari Allah semata karena tidak ada satupun yang luput didunia ini dari kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang pendosa sekalipun tidak lepas dari kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala pula. Karena jika seandainya Allah mau menciptakan semua makhluk bersujud kepada-Nya, maka Allah mampu melakukannya sebagaimana ayat mengatakan :

لَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا۟ مُؤْمِنِينَ, إِن نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ءَايَةً فَظَلَّتْ أَعْنَٰقُهُمْ لَهَا خَٰضِعِينَ

”Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu’jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. (QS. Asy-Syuara’:3-4)

Dalam ayat tersebut, Allah memberi tahu kepada Nabi Muhammad Shallallah Alaihi wa Sallam yang ketika itu, bahwa ada segolongan orang yang menolak beriman kepada Allah. Dalam kesedihan ini, Nabi dapat merasakan bagaimana siksaan pedih yang bakal mereka terima di neraka nanti dan abadi didalamnya. Oleh karena itu, Nabi Muhammad Shallallah Alaihi wa Sallam berusaha mengajak mereka kejalan yang benar. Namun demikian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajarkan bahwa semua orang telah diberi kebebasan memilih, beriman atau menolak iman, taat atau melakukan dosa, dan kebebasan ini tidak lepas dari kehendak (iradah) Allah. Dengan demikian tidak ada gunanya bagi Nabi untuk mendoakan mereka semua, karena semuanya telah menjadi kehendak Allah Sunhanahu wa Ta’ala.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

Thursday, December 14, 2017

SIFAT SETAN


Dalam menjelaskan setan perlu dipisahkan antara sifat-sifat setan dalam satu aspek dan pribadi setan itu sendiri di aspek lainnya. Setan sendiri dengan sifat-sifat setan yang sudah diketahui manusia, berarti barang siapa saja yang selalu menghalangi taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menghalangi jalan kebenaran, selalu memerintahkan kepada maksiat, mengupayakan manusia untuk berbuat keburukan dan lain sebagainya itu disebut setan. Perlu juga kita ketahui bahwa ada juga setan yang berasal dari kalangan jin dan manusia yang mempunyai sifat yang sama, yaitu selalu menyebarkan maksiat dan kerusakan di muka bumi ini. Setan dari kalangan jin adalah kawanan pendosa dari kalangan jin yang keluar dari jalan dan berusaha mengajak ke jalan kekufuran. Sedangkan setan dari kalangan manusia menempati posisi yang lebih berbahaya untuk menghancurkan manusia. Dengan demikian beberapa sifat setan ini tidak ditunjukkan kepada satu makhluk tertentu saja,tapi lebih ditunjukkan dalam praktek tertentu, yaitu segala sesuatu yang selalu menganjurkan kepada kekufuran, syirik, dan dosa kepada Allah maka ia disebut setan.

Sedangkan iblis atau setan yang berasal dari kalangan jin, dalam sejarah pernah mempunyai kedudukan tinggi dan pernah hidup bersama para malaikat. Iblis merupakan salah satu makhluk Allah namun ia berbeda dengan malaikat karena malaikat diciptakan hanya untuk taat kepada Allah dan tidak bisa membangkang, berbeda dengan iblis yang diberi kemampuan untuk memilih antara taat atau dosa meskipun kedua pilihan tersebut tidak lepas dari kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun jalan maksiatlah yang dipilih iblis dan akhirnya membangkang kepada Allah karena menganggap dirinya lebih istimewa dari pada makhluk yang lain. Tetapi pembangkangan yang dilakukan iblis ini karena tidak taatnya iblis kepada ketentuan Allah dan bukan karena menolak kekuasaan Allah, meskipun sebenarnya iblis tidak dapat menyombongkan diri dari perintah Allah walau ia diberi pilihan.

Dari kisah panjang mengenai maksiat yang dilakukan iblis, sebagian pandangan menyebutkan bagaimana mungkin iblis dihukum disebabkan penolakannya untuk bersujud kepada Nabi Adam, sedangkan iblis menolak bersujud kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan ini membuktikan bagaimana iblis hanya mau bersujud kapada Allah semata? Pertanyaan ini bisa kita jawab bahwa ibadah merupakan kepatuhan seorang makhluk untuk selalu mengikuti perintah Tuhannya. Ketika kita diperintahkan untuk shalat 5 waktu sehari semalam misalnya, maka shalat ini merupakan salah satu bentuk taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula dengan segala perintah Allah lainnya yang pada dasarnya berarti bahwa yang disebut ibadah adalah ketaatan atas semua perintah-Nya kepada makhluk. Dan melanggar perintah Allah adalah maksiat. Dan kita sendiri sebagai makhluk Allah tidak memperdebatkan semua perintah Allah dengan mempertanyakan kenapa shalat dua rakaat, empat, tiga atau tidak lima? Namun kita tunduk dan patuh dengan semua perintah Allah meskipun kita tidak mengetahui sama sekali sebab atau hikmah yang terkandung dalam perintah Allah tersebut. Karena jelas sekali bahwa alasan ibadah adalah karena ia merupakan perintah Allah semata. Karena yang penting bagi kita adalah Allah memerintahkannya dan selama Allah memeritahkannya maka itulah yang harus dilakukan, dan selama perintah itu datang dari Allah, maka dengan sendirinya tidak perlu memperhatikan perintah yang datang dari selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika sampai pada pernyataan diatas maka sampailah kita kepada nilai keimanan. Namun karena akal kita terasa dangkal maka timbul pertanyaan siapa dia yang menciptakan ini semua, siapa dan apa yang dikehendaki dari kita? Mengapa kita diciptakan? Dari sini datanglah pelajaran berharga yang pernah disampaikan para rasul yang diutus Allah dengan semua mukjizatnya yang bertolak belakang dengan hukum alam dan berada di luar batas kekuatan manusia. Dan matahari, sungan, bintang, dan lain sebagainya semua kekuatan ini pada dasarnya untuk melayani semua kebutuhan manusia. Matahari yang selalu bersinar mulai dari pagi hari tidak mau bermaksiat kepada Allah, dan ia tidak mau berkata : aku tidak mau bersinar hari ini. Sungai-sungai mengalir yang diserap matahari sehingga menjadi hujan dan ia tidak pernah sekalipun bermaksiat kepada Allah dengan berkata “Air yang ada pada diriku tidak akan kualirkan”, atau ia menolak datangnya aliran air atau menolak diserap matahari untuk menjadi hujan. Dengan demikian penting diutusnya para rasul Allah adalah sebagai pemberitahuan kepada kita bahwa Allah sebenarnya yang menciptakan semua.

Maka sadarlah kita, apa yang dikehendaki Allah sebenarnya dari diri kita, mendengar taat sebagai salah satu karunia Allah, maka lewat itulah kita sadar nahwa dua karunia itupun datang dari Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ilmu-Nya mengetahui segala sesuatu sedangkan kita sendiri tidak pernah sedikitpun tahu. Dengan hikmah-Nya Allah tau apa yang terbaik bagi alam semesta ini, namun kita dengan kebodohan kita selalu berbuat dosa dan bahkan menganggapnya sebagai sebuah kebaikan.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

SYARAT DITERIMANYA TAUBAT


Jika kita memahami arti dikabulkan, tentu Anda tidak akan ragu bahwa setiap taubat yang benar, niscaya akan diterima. Bagi orang-orang yang bisa melihat dengan cahaya hati nuraninya yang diterangi cahaya Al-Qur’an, ia akan tahu hal-hal berikut:

1.Setiap hati yang selamat, maka ia akan diterima disisi Allah dan berbahagialah ia di akhirat.
2.Ia akan melihat dengan mata kekalnya terhadap wajah Allah swt.
3.Api penyesalan itu bisa membakar noda dan dosa
4.Hati itu pada asalnya dijadikan dengan bersih dan setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci.hanya saja kesucian itu keruh dan kotor akibat dosa dan noda.
5.Api penyesalan dapat membakar noda tersebut dan cahaya kebaikan bisa membersihkan kegelapan kejahatan dari hatinya, dan kegelapan maksiat itu tidak mampu berhadapan dengan cahaya kebaikan, sebagaimana kegelapan malam tidak mampu menghadapi terang benerang siang hari, sebagaimana tidak berdayanya kotoran pakaian menghadapi sabun pencuci.

Sebagaimana sang raja, ia tidak mau menerima pakaian kotor untuk pakaiannya, maka Allah pun tidak menerima hati yang gelap berada disamping-Nya. Sebagaimana pekerjaan sehari-hari bisa mengotorkan baju dan sabun serta air panas bisa membersihkannya. Maka pakaian hati untuk syahwat bisa mengotorkan hati tersebut dan air mata penyesalan bisa membersihkan, mensucikan, dan menjernihkannya. Setiap hati yang suci bersih, akan diterima sebagaimana diterima pakaian yang bersih dan suci. Oleh sebab itu, kita harus berusaha untuk membersihkan dan mensucikan hati.

Bagi orang yang tidak mampu mengetahui secara pasti dan tidak memiliki kepahaman pandangan hati yang lebih jelas dari pandangan mata, bahwa kemaksiatan dan ketaatan itu perpengaruh dihati dan pengaruhnya saling bertentangan, maka agama baginya seakan-akan hanyalah kulit dan nama belaka. Dihatinya terdapat tutup tebal yang menghalanginya mengetahui hakikat agama, bahkan terhadap hakikat sifat dan kebodohan dirinya sendiripun ia tidak mengetahuinya.

Barang siapa yang meragukan bahwa taubat yang memenuhi syarat tidak diterima adalah laksana orang yang meragukan sinar matahari mengusir kegelapan dan meragukan hilangnya kotoran baju yang dicuci dengan sabun. Kecuali kotoran itu sudah melekat begitu lama dan masuk kedalam pori-pori baju itu, sehingga sabun tidak mampu menghilangkan dan membersihkannya. Seperti pula halnya dosa yang telah bertumpuk-tumpuk sehingga membentuk noda dan flek dihati. Hati yang sulit dibersihkan dan berat untuk bertubat, sekalipun kadang-kadang lidahnya berkomat-kamit mengatakan : saya bertaubat. Tetapi taubatnya tidak memenuhi syarat-syarat taubat yang sebenarnya.

Kondisi ini tidak beda dengan tukang cuci yang mengatakan “Saya telah mencuci pakaian ini, tapi ia tidak bisa bersih kembali.” Hal ini seperti terhalangnya pertaubatan, juga tidak jauh beda, bahkan sudah umun bagi orang-orang yang menuhankan materi serta membelakangi dan menentang Allah swt. Pejelasan diatas kiranya cukup bagi orang-orang yang mau berfikir, bahwa taubat bisa diterima.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

Tuesday, December 12, 2017

BERJABAT TANGAN

بسم الله الرحمن الرحيم
كتاب الإستئذان
باب المصافحة
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ *أَكَانَتْ الْمُصَافَحَةُ فِي أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ "نَعَم"*ْ.

(رواه البخاري)

*Artinya:*

Dari Qatadah (w. 118. H.) dia berkata; aku bertanya kepada Anas (w. 93. H.); *"Apakah berjabat tangan dilakukan dikalangan para sahabat Rasûlullâh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ?’ Beliau Radhiyallahu 'Anhu menjawab, "Ya".*
HR. Bukhari (w. 256. H.)

*Istifadah:*

Berjabat tangan adalah Sunnah yang disyari’atkan dan adab mulia para Sahabat r.a. yang dipraktikkan sesama mereka tatkala bertemu.
Orang-orang yang melakukan jabat tangan untuk kali pertama adalah penduduk Yaman yang terkenal dengan keimanan dan keilmuan mereka.
Perlu diketahui bahwa berjabat tangan bukan di waktu berjumpa saja, tetapi disyari’atkan juga tatkala berpisah, akan tetapi keutamaannya tidak seperti tatkala berjumpa. Berjabat tangan memiliki keutamaan yang sangat agung dan pahala sangat besar, diantaranya:
▪Berjabat tangan termasuk diantara penyebab terhapusnya dosa.
▪Menghilangkan Kebencian.
▪Mendatangkan Rahmat Allah.
▪Ciri Orang Lembut.
Berikut beberapa adab dalam berjabat tangan:

▪Mengucapkan salam sebelum berjabat tangan dan niat karena Allah.
▪Tidak segera melepas jabat tangan.
▪Tidak memalingkan pandangan.
▪Menampakkan rasa kecintaan saat berjabat tangan.
▪Tidak berjabat tangan dengan Lawan jenis yang bukan mahram.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

TERJERUMUS DALAM KESESATAN


قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (٧٩)

”Iblis berkata: “Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai mereka dibangkitkan”.(QS. Shaad: 79)

Dalam ayat diatas tampak bahwa iblis ketika meratap meminta kepada Allah menggunakan kalimat ‘rabbi’( Ya Rabb)dan tidak menggunakan kalimat ‘ilaihi’ (wahai Tuhanku). Hal ini jelas karena iblis ketika meratap meminta penangguhan waktu, ditunjukkan kepada Dzat yang menguasai Alam Semesta, yaitu Tuhan yang menguasai semua makhluk, baik Tuhan bagi orang yang beriman maupun Tuhan bagi orang-orang yang berdosa.

Dalam ilmu tauhid sendiri dijelaskan bahwa Allah memiliki dua sifat ketuhanan, yang pertama sifat rububiyah, yaikni sifat yang menjelaskan bahwa Allah adalah Tuhan semua makhluk tanpa terkecuali, dan Dia yang menciptakan semua makhluk dari tidak ada menjadi ada. Dan sifat rububiyah ini hanya berlaku di dunia saja yang diperuntukkan bagi semua manusia dan tidak saja bagi mukmin, yang kafir sekalipun. Dalam sifat rububiyah ini semua makhluk diberikan rezeki termasuk orang mukmin maupun bagi orang kafir. Dan rahmat Allah sendiri akan tetap mengalir selama ada alasan tertentu untuk itu, seperti bagi petani yang bercocok tanam dengan baik dan benar sesuai dengan perantara pengetahuan yang ia miliki. Maka ketika musim panen akan membuahkan hasil yang bagus tanpa dibedakan apakah petani itu seorang muslim atau bukan. Begitupula dengan seorang yang tekun dan rajin belajar dengan serius dalam satu bidang keilmuan, tentulah Allah akan memberikan hasil yang setimpal sesuai dengan kerja keras orang tersebut. Sedangkan sifat uluhiyah hanya berlaku khusus untuk orang yang beriman saja kepada Allah, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya, dan hanya Allah berikan kepada para hamba-Nya yang mukmin di akhirat kelak. Maksudnya adalah bahwa hanya hamba yang dianggap beriman, karena tidak cukup hanya mengakui rububiyah Allah saja. Jenis tauhid lain yang tidak disebutkan oleh penulis adalah tauhid asama’ wa shifat yang juga sangat penting selain dua jenis diatas. Sehingga semua pemberian Allah di akhirat nanti dilakukan tanpa sebab tertentu maupun perbuatan tertentu.

Namun demikian timbul pernyataan lain, mengapa sang iblis meminta menggunakan kalimat “rabb” dan apa yang terlintas dibenak iblis ketika itu yang berhubungan dengan manusia.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

Monday, December 11, 2017

MEMPERERAT IKATAN PERSAUDARAAN

بسم الله الرحمن الرحيم

كتاب الأدب بَاب الْمُؤَاخَاةِ

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ *الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ فَإِنَّ اللَّهَ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ
مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.* (رواه أبو داود)
*Artinya:*
Dari Salim bin Abdullah bin Umar bin Khattab dari bapaknya (Abdullah bin Umar [w. 73. H.]) dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda: *"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzhalimi atau merendahkannya. Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan Barang siapa membebaskan kesulitan seorang muslim di Dunia, maka Allah akan membebaskan kesulitannya di Akhirat. Dan barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari Kiamat."*
HR. Abu Daud (w. 275. H.)

*Istifadah:*
Hadits ini menegaskan bahwa setiap muslim itu bersaudara. Sebagai saudara, sudah seharusnya untuk saling menopang dan menjaga satu sama lainnya. Saling berbagi baik keadaan suka maupun dukanya.

Persatuan sesama umat manusia pun harus diperkokoh. Karena pada hakikatnya setiap manusia adalah satu keluarga dan saudara. Dengan mengingat banyaknya _Bangsa, Suku,_ perbedaan _Bahasa_ maupun _Warna Kulit_ itu justru pendorong untuk saling melengkapi. Selain itu fitrahnya sebagai saudara adalah saling menghargai perbedaan yang ada. Perbedaan antar manusia itu bukanlah batas yang menghalangi manusia untuk saling berinteraksi.

Persamaan hak itu ada pada manusia menurut fitrahnya. Setiap manusia terlahir merdeka, memiliki hak dan kedudukan yang sama. Apalagi, dihadapan Allah SWT pun tak ada sesuatu yang membuat sebagian lebih utama dari yang lain itu kecuali _Iman_ dan _Taqwa_.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

Sunday, December 10, 2017

ALASAN MENGAPA HARUS SHALLAT BERJAMA'AH DI MASJID (UNTUK LAKI2)


Dalam rangka saling mengingatkan, saya akan bebagi 25 alasan laki2 harus shallat di masjid

1. Setiap langkah menghapus dosa dan menaikkan derajat
2. Didoakan malaikat
3. Mendapat cahaya sempurna di hari qiyamat
4. Diampuni dosa2nya spt bayi yg baru lahir
5. Malaikat berebut utk mencatat
6. Allah menjaga kekhusyu'an hati kita
7. Disaksikan sbg org beriman oleh Allah
8. Mati dalam keadaan muslim yg fitrah
9. Mendapat naungan Allah di hari qiyamat
10. Allah bergembira dgn hamba yg sholat berjama'ah di masjid
11. Shaf awal di masjid itu shaf para malaikat
12. Sholat subuh berjama'ah pahalanya spt sholat semalam
13. Sholat isya berjama'ah pahalanya spt sholah separuh malam
14. Berjalan diwaktu subuh menuju masjid berada dalam rahmat Allah
15. mendapat pahala seperti pahalanya haji dan umroh
16. Pahala mengikuti sunnah nabi
17. Dijauhkan dr sifat munafiq
18. Semakin jauh langkah semakin besar pahala
19. Dijamin hidup bahagia
20. Dijamin husnul khatimah
21. Dijamin dpt kavling di surga oleh Allah
22. Bagi yg tertinggal rokaat bhkn ktk dtg sholat sdh bubar, dia tetap mndapat pahala sholat berjama'ah diampuni dosa2nya meski dia sendiri
23. Pahala shaf pertama sangat besar
24. Bila ucapan Aamin pas dgn ucapan malaikat yg ikut shalat maka dosanya diampuni
25. Duduk menunggu imam, dicatat oleh malaikat sbg org yg sholat

Jadi apakah kita masih malas utk ke masjid dgn bgtu besar keutamaannya ?

Apakah shalat berjama'ah di rumah bersama keluarga memiliki keutamaan spt diatas ?
*TENTU TIDAK.

Apakah kita tdk mau setiap selesai sholat menjadi spt bayi yg baru lahir ? Didoakan malaikat ? Dijamin kavling surga ? spt Pahala haji dan umroh ? Dll

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube

Friday, December 8, 2017

PESAN UNTUK ANAK LAKI LAKI


Apabila Orang tua kita meninggal...........
Turunlah dalam liang kubur dan sambutlah jenazah Beliau........... !
Buka penutup keranda (tempat usungan jenazah), angkat jenazah Ibu Ayah kita.
Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke Kiblat........ !
Kita yang melakukan !
Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.
Allahu Robbi........
Terakhir kali ini Aku melihat ayah Ibu.........
Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh Beliau.....
Pegang perlahan-lahan badan ayah Ibu kita.......
Arahkan Beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkuk ayah Ibu kita............
Ayah ibu .........., terakhir kali inilah Aku melihat Mu.......
Terlintas dalam hati kita sambil memegangnya…......
Kenanglah pengorbanan ibu saat mengandung kita, saat terlahir tangannya lah yang mengelus lembut wajah kita
Ingat sejak kita bayi, kitalah yang mengencingi wajahnya, kaki kitalah yang menendang nendang wajahnya, tapi ibu tetap tersenyum,..tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulut kita, tak rela sehelai nyamukpun menggigit tubuh kita, siang malam ditungguinya istirahat kurang tidurnya terganggu oleh kita... Sekarang tidur untuk selamanya
Ingat hari pertama kita bisa berjalan, bisa bicara, hingga sampai besar tak jarang kita membentak bahkan memaki ibu bapak kita, tatapan kita yang sinis ucapan kita yang sering melukai ..........
kita bisa bersekolah kita bisa berpakaian yang layak tetapi dibalik itu ayah kita peras keringat banting tulang agar kita tidak dihina orang, ayah cari pinjaman uang kesana sini mengurangi makan menjual barang kesayangannya agar terpenuhi kebutuhan anak Akankan kita rela sebagai anak .. Ayah ibu kita terhimpit tanah kubur, melolong😭 menjerit diliang lahat menanti doa dari anak yang soleh soleha??
Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam Beliau. -Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa
kita berikan untuk bekal Beliau kecuali hanya Doa :-
Ya ALLAH....
Aku angkat tanganku Ya ALLAH..............
Aku ridho Kau ambil ayah Ibuku Ya ALLAH......
Ayah Ibu yang mendidik & membesarkan Aku_.
Ya ALLAH hari ini Aku tinggalkan ayah Ibu Ya ALLAH.
Aku serahkan ayah Ibu atas urusan Mu belaka Ya ALLAH....
Aku tengadahkan tanganku Ya ALLAH...........
Kami memohon dengan sangat Engkau ampunkan dosa-dosa ayah Ibuku,Ya ALLAH........ !
Kasihani ayah Ibuku Ya ALLAH!
Ya ALLAH luaskan dan lapangkan kuburnya, terangi dan cahayai kuburnya, bahagiakan dialam kuburnya jangan sedikitpun tersiksa,aku titip orang tuaku ya ALLAH ...
Ya ALLAH jadikan setiap tetesan darahnya, keringatnya selama membesarkan aku menjadi saksi betapa beliau menyayangi aku..-
Ya Allah sayangi Beliau dan masukan ke surgamu tanpa hisab Ya Allah...........
Maka akan beruntunglah ayah Ibu kita, apakah ALLAH akan menolak do'a itu......... ?
ALLAH SWT tak akan menolak do'a ikhlas yang datang dari seorang anak yang soleh soleha_
Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi Ayah ibu masih hidup. Doakan mereka, sayangi mereka & hormati serta muliakan disisa umur mereka...... karena Ridho ALLAH SWT adalah Ridhonya Orang tua.... Murka ALLAH adalah Murkanya Orang tua...._
Dan bagi saudara saudara yang Ayah ibu telah tiada, mari kita bersama-sama mendo’akan Beliau............ !Ada waktu kita pasti akan mengalaminya.... di pendam, diinjak2 dan di tinggalkan sendirian oleh orang di sekitar kita yg kita cintai..... Mudah2an pas giliran kita ALLAH SWT perintahkan malaikat Rahmatnya buat menemani kita....... Aaamiiiin

*Silakan sebarkan tulisan ini kepada semua saudara saudara kita karena berbagi kebaikan suatu amalan yg pahalanya tiada putusnya

*SEMOGA SEDIKIT BERMANFAAT UTK ANAK ANAK CUCU KITA.....* Ya Allah...

✔ Muliakanlah orang yang membaca artikel ini
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
✔ Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang meng-share & berkomentar "aamiin" dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin...

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Thursday, December 7, 2017

JODOH Dan KUALITAS


" Jodoh bukanlah tentang siapa dia, tapi bagaimana aku "

Ini menarik..

Allah tidak mengatakan secara langsung dalam Al Qur'an yang Mulia, bahkan Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam dengan hadistnya yang menyatakan : "Bahwa jodoh kita telah ditulis berupa nama seseorang.. Bahwa Fulan akan berjodoh dengan Fulanah.."

Itulah yang Allah rahasiakan, bagaimana cara Allah memasangkan hamba-hamba-Nya..

Allah menjodohkan " Kualitas ",,

Mari saya ajak bertamasya pikiran ala Cinta Hakiki 💞..

Saya termasuk orang yang percaya bahwa kalimat al Quran akan dipahami orang secara berbeda-beda tergantung pada kadar iman dan kadar ilmunya.. Serta tujuannya..

ٱلزَّانِي لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوۡ مُشۡرِكَةٗ وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوۡ مُشۡرِكٌٞ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
(QS An Nurr ayat 3)

" Laki-laki berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.. "

ٱلۡخَبِيثَٰتُ لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٌ كَرِيمٌ
(QS An Nur ayat 26)

" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula).. Dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik-baik (pula).…… "

Perhatikan, Allah memasangkan kualitas :
Pezina/Musyrik «——» Pezina/Musryik
Keji «——» Keji
Baik-baik «——» Baik-baik
Mukmin «——» Mukmin

Mari kita perhatikan kode dari Allah ini..
Dalam banyak kasus di masyarakat kita..
Kita menjumpai ada seorang istri yang baik tapi suaminya jahat, suka berbuat zhalim..

Kita juga mendapati ada seorang laki-laki yang maaf (cacat secara fisik baik itu pendek, dsb) tapi mendapatkan perempuan yang normal dan baik..

Ajibkan ?

itulah Allah yang maha rahasia..
Cara kerja Allah tidak pernah bisa dipahami dengan logika manusia.
Karena logika kita sendiri diciptakan oleh-Nya..

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Tuesday, December 5, 2017

TAHUKAH ENGKAU SIAPAKAH SEBAIK-BAIK MANUSIA?


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

( خيركم من تعلم القرآن وعلمه ) صحيح البخاري 5027

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari 5027 )

( خياركم أحاسنكم أخلاقا ) صحيح البخاري6035

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya"
(HR. Bukhari 6035)

( خيركم أحسنكم قضاء ) أي عند رد القرض . صحيح البخاري رقم 2305

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang)"
(HR. Bukhari 2305)

( خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره ) صحيح الترمذي / 2263

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling bisa diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya"
(HR. Tirmidzi 2263)

( خيركم خيركم لأهله ) صحيح ابن حبان / 4177

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya"
(HR. Ibnu Hibban : 4177)

( خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام ) صحيح الجامع / 3318

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam"
(Shahih Al Jami' 3318)

( خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة ) الترغيب والترهيب 234/1 أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam shaf) *dalam shalat."
(Targhib wa Tarhib 1/234)

( خير الناس من طال عمره وحسن عمله ) صحيح الجامع 3297

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya."
(Shahih al Jami' 3297)

( خير الناس أنفعهم للناس ) صحيح الجامع 3289

"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain."
(Shahih al Jami' 3289)

( خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره ) صحيح الأدب المفرد/84

"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya"
(Shahih Adabul Mufrad : 84)

( خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال : ( هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد ) . صحيح الجامع / <3291
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur."

Para sahabat bertanya : Lisan yang jujur kami paham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum?
Beliau bersabda : "orang yang memiliki hati bersih dan bertaqwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zhalim, serta tidak ada kebencian dan hasad"
(Shahih al Jami' 3201)

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Monday, December 4, 2017

PERBEDAAN ANTARA DUA KERAGUAN


Untuk membedakan antara keraguan dan kebimbangan yang berasal dari hasutan setan atau yang berasal dari jiwa manusia itu sendiri, jika keraguan itu ada pada diri Anda dan terus menghasut Anda untuk terus melakukan dosa dengan menghayalkan kenikmatannya, maka keraguan itu datangnya dari setan. Namun jika keraguannya hanya sebatas satu macam dosa saja dan Anda tertarik untuk berbuatnya maka keraguan itu datang dari diri Anda sendiri.

Dengan demikian iblis akan selalu datang dari setiap celah yang dianggapnya sebagai kelemahan manusia itu. Jika seorang itu dianggap teguh oleh setan dalam hal tertentu misalnya, maka ia akan datang dari celah lain yang dianggap lemah dan dapat digodanya. Seseorang yang teguh mengamalkan shalat 5 waktu misal, akan datang iblis menggodanya dengan cara lain. Misalnya mengiming-imingnya harta sehingga berusaha agar orang itu tidak mengeluarkan zakat, sedekah, infak, contoh lain yaitu korupsi, mengambil uang rakyat, dan lain sebagainya dengan anggapan bahwa uang tersebut adalah haknya dan dengan harta ini ia berangan-angan bahwa hidupnya kelak tidak akan pernah kekurangan. Namun sebenarnya yang dapat menambah banyaknya harta adalah dengan jalan shadaqah. Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam:



”Tidaklah berkurang harta seseorang jika bersedekah .” (HR. Muslim)

Mungkin kita perlu mendengar cerita Tsa’labah, seseorang yang pernah meminta kepada Nabi Muhammad agar beliau sudi mendoakannya agar ia memiliki harta yang berlimpah. Kemudian Nabi Muhammad berkata kepadanya “Bersyukur dengan sedikit harta lebih baik dari pada banyak tapi tidak bersyukur.” Namun Tsi’labah besikeras agar beliau mendoakannya, kemudian Nabi Muhammad mendoakannya agar ia menjadi orang kaya di Madinah. Mulailah Tsi’labah shalat jamaah bersama Nabi Muhammad, pengajian bersama beliau, sekali-sekali hadir dan dilain waktu absen. Sehingga suatu saat ia hanya datang ke masjid untuk shalat Jum’at saja, kemudian setelah itu tidak sama sekali bahkan sama sekali tidak mengeluarkan zakat dengan anggapan bahwa zakat itu tidak lain hanya pajak saja. Sehingga turunlah ayat:

{وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ (75) فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ (76) فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (77)

”Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar, kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shaleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apayang mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga selalu menentang (kebenaran).”(QS. At-Taubah: 75-77)

Ketika turun ayat ini, sadarlah Tsa’labah atas perbuatannya, kemudian ia bermaksud membayar zakat yang selama ini luput kepada Nabi Muhammad, namun beliau menolaknya. Di zaman Abu Bakar ra, Tsa’labah berniat mengeluarkan zakat lagi namun ditolaknya pula. Begitu pula di masa pemerintahan Umar yang menolaknya pula, hingga akhir hayatnya zakat yang hendak dikeluarkannya tidak pernah ada yang mau menerimanya.

Dari kisat diatas betapa setan terus merayu secara terus menerus sehingga merubah manusia yang taat berubah menjadi manusia yang pendosa dari kisah-kisah seperti ini masih banyak yang menunjukkan bahwa setan terus mencari sudut kelemahan dalam diri manusia hingga ia berhasil menjatuhkannya dalam maksiat.

Perlu diingat bahwa setan tidak saja menempuh jalan yang buruk untuk menggoda manusia, namun juga memberikan ilusi yang indah dan menawan sehingga jiwa manusia tertarik melakukannya dan bahkan dimudahkan dalam melaksanakannya. Seorang yang hidup dalam kesulitan ekonomi misalnya, digoda untuk mencari uang dengan cara termudah tanpa kerja keras. Misal mencopet, dengan kata lain sewaktu setan membujuk orang itu untuk mencopet ia dimudahkan pula dalam melaksanakannya. Sehingga setan mampu menggoda manusia dengan mudah dan tidak akan manusia-manusia menghalanginya seperti beredarnya darah dalam diri manusia sesuka hati tanpa terhalang apapun. Namun bujukan setan itu akan mendapat perlawanan keras manakalah seorang hamba selalu dalam ketaatan dan berlindung kapada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Salah satu cara lainnya yang sering ditempuh iblis adalah dengan caraa berdusta atas Nabi Muhammad, dengan menghalalkan yang haram ataupun sebaliknya seperti ketika seseorang berkata, “Hukum ini tidak ada dalam Al-Qur’an jadi tidak mengapa melakukannya,” padahal dalam Al-Qur’an sendiri sudah menyebut Nabi Muhammad sebagai panutan umatnya:

مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.(QS. Al-Hasyr: 7)

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Sunday, December 3, 2017

MAKMUR BUKANLAH KEBAHAGIAAN


Allah Subhanau wa Ta’ala menciptakan alam semesta beserta isinya dengan bentuk yang sangat dinamis dan harmonis. Dengan semakin berkembangnya dunia ini dengan berbagai macam tekhnologi yang telah dicapai manusia, perubahan itu akan terus berjalan dan berkembang seiring dengan perubahan zaman dan waktu. Namun apakah dengan kemajuan yang dicapai dan dimiliki manusia akan menjadi lebih tentram, damai, dan bahagia? Tentu saja tidak karena begitu banyak kesedihan, nestapa, dan kesedihan lainnya yang banyak diderita manusia dewasa ini khususnya dibidang ekonomi dengan tidak meratanya status ekonomi manusia. Perkembangan manusia yang begitu cepat ini sayangnya tidak dibarengi dengan pertumbuhan rohani manusia, membuat manusia lamban laun lupa tujuan utama yang pernah digariskan Allah kepada manusia. Dengan keadaan keringnya hati dari siraman rohani ditambah dengan gencarnya perlawanan setan terhadap mausia membuat manusia sulit mencapai kebahagiaan dan ketentraman, bahkan penyakit kejiwaan seperti histeris, stress, dan lain sebagainya justru melanda orang-orang yang mempunyai pengetahuan lebih dari masyarakat biasa dan fenomena seperti itu digambarkan dalam salah satu ayat Aal-Qur’an:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS. Al-Baqarah: 275)

Jika ditanya mengapa belum ada usaha yang sungguh-sungguh dari pakar psikolog untuk meneliti dan menyingkap penyakit yang melanda manusia dewasa ini? Apakah mereka tidak pernah bertanya kepada dirinya sendiri mengapa penyakit itu lebih parah dari penyakit lainnya? Padahal dengan perkembangan tekhnologi yang telah dicapai manusia ternyata tidak berhasil membahagiakan manusia. Tekanan batin, gelisah, stress, sedih, duka, nestapa tersebar merata disetiap pelosok, tidak hanya di negara maju saja. Dan itu tidak disebabkan oleh faktor tertentu saja namun oleh banyak faktor lainnya. Yang jelas bahwa penyakit itu terjadi karena keringnya batin manusia dan telah lupa dengan jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kehidupan kita saat ini yang begitu keras dan sulit akhirnya akan menunjukkan bahwa hidup hanya semata-mata mencapai kepuasan, dan kepuasan itu tidak mungkin ada tanpa uang dan akhirnya harta adalah segala-galanya. Padahal kita menyadari bahwa semua kekayaan adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala karena ketika seseorang mati dia tidak membawanyake liang lahat dan tinggallah harta itu tetap berada didunia. Di lain pihak dunia sendiri bukanlah akhir dari segala-galanya dan ia pun bukan tujuan utama, ia hanya sebagai kenikmatan terbatas dan akan berakhir nantinya.

Jika kita merenung sebentar saja terbuktilah sudah bahwa tujuan paling utama dari rayuan, godaan, dan hasutan setan hanya satu, yaitu bahwa setan hendak meyakinkan kita bahwa Tuhan tidak pernah ada, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala akan selalu mendengar dan melihat semua perbuatan manusia. Banyaknya terjadi kekacauan dan kekejaman didunia ini karena manusia merasa Allah tidak melihat perbuatan manusia. Manusia tidak akan berani mencuri, berzina, membunuh, berbuat keji jika yakin dihatinya bahwa Allah melihatnya dan Allah akan membalas semua perbuatan keji manusia. Setan itu selalu berusaha pula mencari jalan dan celah kelemahan seseorang dengan menggambarkan dosa itu sebagai ilusi yang indah dan menawan serta penuh kebaikan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dan memperingati kaum mukmin akan bahaya bujuk rayu setan dan keharusan seorang mukmin untuk melawannya dengan segala upaya, sedangkan bagi seorang pendosa jika ia masih tetap pada jalannya, Allah akan meninggalkannya dan jadilah ia penuh dan berlumuran dosa, bahkan menjadi lebih buruk dan hina.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Wednesday, November 29, 2017

AJARAN UTAMA LANGIT


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ لَكَ أَلا تَجُوعَ فِيهَا وَلا تَعْرَى (١١٨) وَأَنَّكَ لا تَظْمَأُ فِيهَا وَلا تَضْحَى (١١٩)

”Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan didalamnya dan tidak akan telanjang, dan tidak akan merasakan dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari didalamnya.” (QS. Thaha: 118-119)
Ayat ini menjelaskan semua yang akan Adam nikmati semasa hidup disurga dari segala hidangan yang mengenyangkan dan tidak akan pernah merasa lapar dan haus, tersedia segala model pakaian yang menutup aurat, air yang mengalir tiada henti, tidak merasa lelah dan penat, tersedia segala macam buah-buahan kecuali hanya satu pohon saja yang terlarang untuk mendekatinya, apalagi sampai memakan buahnya. Dan ayat ini merupakan pelajaran dasar pula bagi kita bahwa Allah memberikan kita di dunia segala macam, dan hanya beberapa diantaranya yang terlarang.

Kemudian Allah memperingati Adam dan Hawa bahwasanya iblis merupakan musuh terbesar manusia dan jangan pernah sekalipun mendengar hasutan dan kebohongannya:

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (١١٧)

Maka Kami berkata: Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kalian dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”(QS. Thaha: 117)

Perlu kita ketahui bahwa dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

”Janganlah kalian berdua mendekati pohon ini. nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim.”

Allah sendiri tidak menggunakan kalimat “Janganlah kau makan pohon ini,” namun mengapa redaksi ayat itu tidak menggunakan ‘makan’ tapi justru menggunakan kata dekati? Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala hendak menjaga Adam dan keturunanya kelak dari tipuan dosa. Karena jika Allah menggunakan kalimat “Janganlah kamu makan” maka dengan sendirinya dipebolehkan bagi Adam dan Hawa mendekatipohon dan duduk disekitarnya, sambil berangan-angan nikmatnya memakan buah yang ada dipohon itu atau menikmati aroma buah itu hinggan mungkin sekali akan tergoda untuk memakannya. Karena tujuan Allah adalah untuk menjaga dan memperingati Adam dan keturunanya dari segala tipu daya, maka dipergunakanlah kata ‘mendekati’ agar semua kemungkinan buruk dapat dihindarkan. Karena jika anda mendekati sesuatu yang diharamkan Allah, maka anda mungkin akan berfikir ulang untuk melakukannya karena besarnya dosa yang ditimbulkannya dan mungkin anda akan mengurungkan tujuan semula sehingga menjauhinya. Mungkin saja anda akan terus mendekatinya sehingga yang diharamkan itu akan anda lakukan.

Demikian pula watak Al-Qur’an yang selalu menggunakan kata ‘mendekati’ (qurb) ketika membicarakan tentang maksiat, seperti yang tercantum dalam ayat:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الأنْعَامُ إِلا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ (٣٠

”Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka hal itu lebih baik baginya disisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.”(QS. Al-Hajj: 30)

Ayat diatas tidak menggunakan kalimat “Jangan kau sembah berhala”, karena jika kata ini digunakan, maka dibolehkan mendatangi tempat-tempat yang didalamnya terdapat segala macam berhala yang dipakai untuk ibadah dan duduk didalamnya. Demikian pula ketika Allah mengharamkan minuman keras.
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿المائدة:٩۰

”Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan itu.”(QS. Al-Maidah: 90)

Kata yang digunakan sebagai larangan itu hanya berarti “jauhilah” atau “jangan dekati” dan arti dari ayat diatas menjadi argumen sebagian orang yang berasumsi bahwa Allah tidak mengharamkan minuman keras karena ayah diatas hanya menunjukkan larangan untuk mendekati minuman keras itu saja. Asumsi itu tidak berdasar sama sekali, karena sebenarnya bahwa kalimat perintah yang menggunakan kalimat ‘mendekati’ mengandung larangan yang lebih keras dari pada kalimat yang hanya mengandung perintah larangan meminumnya. Jika larangan itu hanya berbentuk terlarangnya meminum minuman keras, maka larangan itu hanya sebatas mengonsumsinya saja dan perbuatan selain itu tidak dilarang. Artinya boleh diproduksi, diperdagangkan, ataupun boleh membangun kedai minuman keras, melayani pembeli dan duduk bersama mereka untuk melayani pelanggan, dan kita sendiri tidak berdosa sama sekali karena tidak sedikitpun mencicipinya. Namun berbeda halnya jika larangan itu berbentuk mendekati, artinya dari penyediaan semua fasilitas dari tingkat produksi, distribusi, perdagangan, hingga tingkat mengonsumsinya terlarang sama sekali tanpa kecuali.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Tuesday, November 28, 2017

DUNIA ADALAH TEMPAT UJIAN DAN COBAAN


Kehidupan di dunia pada dasarnya hanya sebagai tempat cobaan yang dihiasi dengan warna-warni kehidupan yang dipenuhi dengan derita dan cobaan. Dunia ini juga tempat tinggal iblis atas kesesatannya begitu pula dengan pengikut iblis, yaitu manusia yang mengikuti jejak langkahnya yang berhasil dikelabuhinya. Tipu daya iblis terus menghantui setiap langkah manusia. Bagi yang lebih mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka hasutan dan tipu daya setan tidak akan membuatnya terpesona dan lalai dari ketaatannya kapada Allah. Namun bagi yang tetarik mengikuti ajakan iblis, maka Allah juga akan melebarkan jalan manusia itu untuk menerima ajakan iblis dan bahkan menambah kenikmatan bagi pengikut iblis agar terus membuntutinya, sebagaimana digambarkan oleh Al-Qur’an :
أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا ۙ٨٣

فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْۗ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا ۗ٨٤

”Tidakkah kami lihat, bahwasanya kami telah mengirim syaitan-syaitan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh? Maka janganlah kamu tergesah-gesah meminta siksa atas mereka, karena sesungguhnya kami hanya menghitung hari datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti.”(QS. Maryam: 83-84)

Jika yang dicintainya adalah Allah semata, maka hidupnya akan selalu bersama Allah, dan Allah akan menghindarkannya dari segala kebrukan, kejelekan, dan akan terbuka dihadapanya semua pintu kebaikan dan kebahagiaan. Jika yang diikutinya setan, maka Allah akan membiarkannya terlena dipangkuan setan, ia akan terus bergelimang dengan dosa, kehidupannya penuh dengan derita tanpa akhir, dosa yang terus menebal, dan tidak tersisa sedikitpun darinya kecuali dosa dan maksiat.

Untuk menyempurnakan segala ujian dan cobaan, maka adanya tipu daya dan godaan setan akan terwujud nyata dikehidupan dunia ini sebagai tempat menempa dan menguji hamba-hamba Allah atas kesempurnaan keimanan dan ketulusan cinta mereka. Bentuk cinta ini tidak hanya bisa diwujudkan dalam wacana belaka, namun mesti diaplikasikan dalam kehidupan nyata seperti misalnya anda berbicara, “Aku akan melakukannya nanti” namun ketika tiba waktu yang ditentukan itu, hal tersebut tidak pernah diperbuat sama sekali. Hal ini seperti seseorang yang mengemban sebuah amanah (kepercayaan) yang diberikan Allah kepadanya untuk selalu taat kepada-Nya dan ia berjanji untuk memegang erat kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya. Namun apa daya ketika dunia mengambil amanah itu dengan manisnya tipuan setan, maka terlenalah ia dengan mengikuti langkah setan dan akhirnya terlupa terhadap janji untuk memegang amanah tersebut dan keluar dari ketentuan yang digariskan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Telah dijelaskan diatas bahwa setan meratap meminta agar Allah menangguhkan pembalasan bagi dirinya hingga hari kiamat nanti. Meskipun Allah menangguhkan siksa terhadap setan itu, namun demikian tidak berarti Allah mengabulkan permintaan setan iyu. Namun maksud penangguhan itu dengan ditempatkannya setan didunia -yang menjadi tempat cobaan dan ujian bagi manusia- merupakan kesempurnaan iradah (kehendak) Allah dalam kehidupan manusia. Dengan demikian penangguhan siksa setan itu bukan semata-mata karena dosa setan, namun hanya untuk mewujudkan eksistensi iradah Allah didunia untuk menguji manusia hingga akhir kelak nanti. Dengan menangguhkan siksaan ini hingga akhir pembalasa, makan setan mengambil kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membujuk, merayu, menipu dan yang sejenisnya, yang merupakan seperangkat tipu daya setan yang ditunjukkan kepada keturunan Adam, seperti yang digambarkan dalam salah satu ayat Al-Qur’an :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ

”Iblis menjawab : Karena Engkau telah menghukum saya dengan kesesatan, saya akan (menghalang-halang) mereka dari jalan Engkau yang lurus.” (QS. Al-A’raf: 16)

Lantas bagaimana upaya setan untuk menggoda manusia? Dengan cara apa setan menghasut manusia? Pertayaan ini akan terjawab manakala dibaca salah satu ayat Al-Qur’an yang menceritakan perkataan setan:

”Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya.”(QS. Shaad: 82)

Dari ayat tersebut dapat diketahui jawaban singkat upaya setan untuk menggoda manusia, yaitu dengan ‘kemuliaan Allah Subhanahu wa Ta’ala semata’. Artinya ketika ditanya dengan cara apa ia menggoda manusia, sang iblis seakan menjawab:” Ya Allah, jika Engkau menghendaki orang itu menjadi seorang hamba yang taat kepada-Mu, maka aku tidak mampu sedikitpun untuk menggodanya. Dan Engkau maha mulia dari semua makhluk yang diciptakan oleh-Mu. Tidak akan pernah sedikitpun kekuasaan-Mu bertambah karena ketaatan hamba-Mu itu, tidak pula kekuasaan-Muberkurang karena dosa yang diperbuatnya. Namu dengan kemuliaan-Mu itu, aku akan menggoda hamba-Mu itu dengan memberi keindahan dan kenikmatan semua jalan maksiat, dan aku akan menghalangi ketika mereka berjalan dijalan yang benar.”

Dari ungkapan setan itu dapat menggambarkan bahwa setan tidak perlu menghalangi seseorang yang menempuh jalan kesesatan dan setan tidak perlu untuk duduk menghalangi orang-orang yang lalu lalang ketempat-tempat yang menyediakan minuman keras, karena orang-orang yang berada ditempat tersebut dengan sendirinya sudah menjadi bagian dari para kawanan pengikut setan itu sendiri.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Monday, November 27, 2017

HAKIKAT IBLIS


Siapa itu iblis? Iblis berasal dari mana? Iblis berasal dari kalangan jin bukan malaikat. Karena pada dasarnya malaikat tidak pernah membangkang terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan jin itu diberikan beberapa pilihan hidup oleh Allah, seperti juga halnya yang diberikan kepada manusia. Sebagai ulama membagi makhluk menjadi 3 bagian yaitu setan, jin, dan manusia. Tapi saya tidak sependapat dengan ini,menurut saya pembagian hanya ada 2 saja yaitu manusia dan jin, seperti yang diterangkan dalam suatu ayat yang berbunyi:

سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَ الثَّقَلَانِ

”Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.”(QS. Ar-Rahman: 31)
Adapun ayat lain menyatakan pula:

وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ ۖفَمَنْ أَسْلَمَ فَأُولَٰئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا

وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

“Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang ta’at dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barang siapa yang ta’at, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka jahanam. (QS. A-jin 14-15)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa di kawanan jin sendiri ada jin yang taat dan ada pula yang fasik, dan yang fasik inilah yang disebut setan. Dengan demikian iblis termasuk dari golongan jin dan ia dianggap berdosa karena menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam (perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala), seperti yang dijelaskan oleh suatu ayat yang berbunyi:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلا

”Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam![11]” Maka mereka pun sujud kecuali iblis, Kecuali iblis, (dan) dia termasuk golongan jin, dan ia mendurhakai perintah Tuhannya.”(QS. Al-Khafi: 50)

Pembangkangan jin terhadap Allah karena menolak sujud kepada Nabi Adam merupakan awal dari dosa yang dilakukan iblis. Muncul pertanyaan apakah pembangkangan iblis itu karena iblis tidak sadar dengan apa yang dilakukannya dan kemudian timbul penyesalan, atau karena kesombongannya karena merasa lebih baik? Dari penjelasan beberapa ayat Al-Qur’an dijelaskan bahwa pembangkangan iblis tersebut disebabkan oleh kesombongannya karena diciptakan dari unsur yang lebih baik dari pada manusia

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Saturday, November 25, 2017

TEMPAT MASUKNYA SETAN


Dalam Al-Qur’an Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menerangkan dengan jelas bahwa hasutan, tipu daya, bujukan setan itu nyata dan wujud dalam keseharian manusia. Keraguan, kebimbangan, dan lain sebagainya merupakan jalan yang ditempuh setan untuk membinasakan manusia sehingga terjebak dalam lumpur dosa dan nestapa tanpa akhir.

Namun apa bedanya diantara beberapa cara yang ditempuh setan untuk menjerumuskan manusia? Cara apa yang digunakan setan untuk menipu manusia? Bagaimana setan menarik manusia hingga jatuh ke dalam dosa? Bagaimana setan menakut-nakuti para hamba Allah? Bagaimana mungkin manusia yang telah jatuh dalam kesesatan kemudian setan pergi meninggalkannya?

Sebelum kita mulai menjawab pertanyaan diatas hendaknya perlu diketahui lebih dulu, bahwa keraguan itu adakala dari setan dan dari sifat manusia itu sendiri yang pada dasarnya kedua bentuk itu akan menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Al-Qur’an menyebutkan bahwa jiwa manusia terbagi tiga macam. Ada yang disebut jiwa baik dan sehat(thayibah), jiwa tawwamah dan amarah bis-su’i.

Jiwa thayibah ini akan selalu merangsang manusia untuk selalu berbuat baik dan benar, sedangkan sifat lawwamah cenderung mengajak manusia melakukan dosa dan keburukan, namun sifat itu tidak konsisten karena sekali waktu ada rangsangan untuk berbuat baik, namun dilain waktu mengajak pula dalam keburukan dan ajakan ke arah ini lebih banyak rangsangannya. Sedangkan jiwa amarah bis-su’i hanya terus merangsang pada keburukan tanpa merasakan sedikitpun penyesalan atas perbuatannya itu, sehingga tujuan hidupnya hanya keburukan, dan keburukan itu menjadi kebiasaan hidupnya.

sifat ragu-ragu pun dibagi menjadi 2 macam yaitu keraguan (was-was) yang berasal dari hasutan setan kepada manusia, dan keraguan yang timbul dari diri manusia sendiri. Lalu bagaimana membedakannya?

Setan itu akan selalu mengajak manusia dalam kesesatan selamanya dan tidak penting bagi setan bentuk apa dosa itu, yang terpenting baginya manusia harus melakukan dosa itu. Ketika setan menggoda manusia dengan harta yang tidak halal, tidak semerta-merta setan berhenti menghasut ketika orang berhasil mencuri, merampok, atau merampas harta, tapi terus membujuk dengan membayangkan betapa nikmatnya berzina dengan hasil curiannya itu. Setelah zina dilakukan mulai membayangkan lagi bahwa hal itu belum seberapa jika belum minum minuman keras, narkoba, dan lain sebagainya. Disaat itu pula setan menutup jalan menuju ketaatan dari orang itu, dari keenggananya untuk beribadah atau ketaatan lainnya. Ataupun jika hendak melakukan ketaatan dilakukannya dengan berbagai cara yang menarik perhatian orang bahwa ia sedang berbuat baik.

Perlu kita ketahui bahwa cara-cara setan ketika menghasut manusia tidak dilakukan dengan cara paksaan atau kekerasan, namun dilakukan dengan cara yang halus, penuh perhitungan, dan secara teratur. Seperti ketika datang adzan misalnya, setan menggoda seseorang yang tengah menyaksikan sebuah sinetron atau film, setan membisikkan bahwa waktu shalat itu panjang dan lakukan saja setelah sinetron atau film itu selesai. Namun ketika sinetron itu selesai tiba-tiba teringat pekerjaan yang harus dikerjakan segera kemudian ia menelpon seseorang. Setelah itu tiba-tiba ia merasa lapar dan akhirnya makan dulu atau tiba-tiba ada keperluan mendadak dan dia harus keluar rumah untuk menyelesaikan keperluannya itu, dan seterusnya, hingga ia lupa mengerjakan shalat itu. Begitu pula bagi seorang pengusaha, manager, pelayan toko atau lainnya, hasutan setan datang ketika tiba-tiba datang pelanggan atau konsumen yang datang dengan serta-merta shalat itu ditangguhkn dulu karena takut hilang kesempatan mendapatkan uang sehingga hilang waktu shalat dan perbuatan ini dijustifikasi pula bahwa pekerjaan itu adalah bagian dari ibadah pula. Begitu pula hasutan ini ditujukan kepada orang yang hendak beribadah, seorang yang berwudhu misalnya ragu apakah ia telah berwudhu sebagaimana mestinya hingga mengulang-ngulang wudhunya, atau dalam shalat yang tiba-tiba lupa berapa jumlah rakaat yang telah dilakukannya, dan lain sebagainya.

Dengan demikian setan tidak peduli dosa apa yang akan dieperbuat manusia, yang penting baginya adalah bagaimana manusia jatuh dalam dosa.

Sedangkan jika keraguan itu datang dari manusia itu sendiri, maka ia hanya tertarik melakukan satu dosa saja dan tidak mengulanginya di kesempatan lainnya, dan tidak tertarik melakukan dosa lainnya.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari

Wednesday, November 1, 2017

MAKNA TERDALAM DARI SABAR


~Direndahkan tidak mungkin jadi *SAMPAH,*

~Disanjung tidak mungkin jadi *REMBULAN.*

Maka jangan risaukan *OMONGAN* orang, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau di jalan yang *BENAR,* meski terkadang *KEBAIKAN TIDAK SELALU DIHARGAI.* Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu *TIDAK BUTUH* itu dan yang membencimu *TIDAK PERCAYA* itu.

*HIDUP* itu bukan tentang siapa yang *TERBAIK,* tapi tentang SIAPA yang mau *BERBUAT BAIK.*
Jika didzalimi orang *JANGAN BERPIKIR* untuk *MEMBALAS DENDAM,* tapi berpikirlah cara *MEMBALAS dengan KEBAIKAN.*

Jangan mengeluh, teruslah *BERDOA dan BERSYUKUR.* Sibukkan diri dalam *KEBAIKAN* hingga *KEBURUKAN LELAH MENGIKUTIMU.*

Orang *TAK BERIMAN* berkata, *SABAR itu ADA BATASNYA.* Tapi bagi orang yang *BERIMAN, SABAR itu TANPA BATAS.*

Jadi, sabar itu menerima dahulu kehadiran tamu yang bernama *"MASALAH"* sebelum kita melepaskannya. Sebab kita tokh tak akan mudah melepas sesuatu yang belum kita terima Masalah itu akan mudah berpamitan bila sudah kita jamu dengan *BERSYUKUR.*

Sebaiknya hindari mengatakan *"BERSABARLAH SEGALANYA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA "* Sebab dengan pernyataan semacam ini membuat kita " *MENUNGGU "* keindahan itu hadir. Dan apapun yang ditunggu itu bisa *TERASA LAMA dan MELELAHKAN* Jadi, *SABAR* itu bukan seberapa lama kita *MENUNGGU,* *SEBERAPA BERAT KITA DITEKAN, SEBERAPA PAHIT KITA DI UJI.*
Tapi seberapa hebat tekanan itu mampu mengasah kita meng create gagasan dan ketrampilan diri untuk lepas dari tekanan tersebut.
Dan disaat itu pula kita berhasil menemukan " *SOLVE "* laksana cahaya di ujung terowongan yang gelap...

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Lupa Subscribe My Channel
Naufal Azhari

Tuesday, October 31, 2017

HAMIL DILUAR NIKAH- Bagi kaum hawa wajib baca


Kita semua pasti pernah melihat seorang wanita yang hamil diluar nikah, jika pun tidak pernah melihat pastinya kita pernah mendengar ceritanya di masyarakat. Ada banyak sisi dari wanita yang hamil di luar nikah, antara lain :

1. Wanita yang berhubungan badan diluar nikah akan gampang sekali hamil, hanya sekali berhubungan badan bisa langsung hamil.
✅Hal ini berbanding terbalik dengan wanita menikah yang sangat susah untuk hamil, bisa berbulan bulan bahkan bertahun tahun.

2. Wanita yang hamil diluar nikah bisa menyembunyikan perutnya yang membesar sehingga kelihatan biasa saja.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan membesar perutnya saat hamil.

3. Wanita yang hamil di luar nikah tidak pernah merasa kesulitan, dia beraktivitas normal layaknya wanita yang tidak hamil.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang acap kali meringis kesakitan. Wanita menikah yang hamil akan kewalahan beraktivitas.

4. Wanita hamil di luar nikah tidak akan merasa sakit saat melahirkan, dimana pun dia bisa melahirkan tanpa bantuan bidan.
Dia bisa melahirkan di kebun, di kamar, di toilet, dan di tempat lain hanya seorang diri.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan merasa sakit saat melahirkan dan harus dibantu orang lain.

5.Hampir semua Wanita hamil diluar nikah akan meninggalkan anaknya selesai dilahirkan
✅Sementara wanita menikah akan menjaga anaknya.

Kadang memang hal ini luput dari perhatian sebab perhatian masyarakt sosial hanya terfokus pada satu kata "siapa yang menghamili".

Lalu mengapa wanita hamil diluar nikah sangat lihai berkamuflase ?
Mengapa perutnya bisa kecil ?
Mengapa dia masih normal beraktivitas ?
Mengapa dia enak saja melahirkan tanpa merasa sakit ?
Ternyata jawabannya adalah karena wanita yang hamil di luar nikah telah dicabut nikmat kewanitaannya oleh yang Maha Kuasa.

Yang Maha Kuasa sudah menggariskan nikmat yang luar biasa kepada wanita yaitu AKAN BERSUSAH PAYAH SAAT HAMIL DAN AKAN KESAKITAN SAAT MELAHIRKAN dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah.

Tuhan sudah mencabut RASA SAKIT dari kodrat wanita yang hamil diluar nikah dan mengantinya dengan rasa KETAKUTAN. Rasa takut ini lah yang membuat wanita hamil di luar nikah tidak merasakan sakit lagi. DIA TAKUT, DIA MERASA BERSALAH sehingga dia menjadi mati rasa untuk merasakan sakit.

Berbeda dengan wanita yang hamil dalam ikatan pernikahan, Dia tidak akan takut sebab proses berhubungan badan yang dia lakukan sudah sesuai dengan perintah NYA. Wanita menikah tidak merasa takut makanya dia MERASA SAKIT.

Penjelasan mengenai wanita hamil diluar nikah yang tidak merasa sakit ini bisa kita tarik dalam praktek contoh lainnya, misalnya :
"saat Anda sedang mencuri dan ketahuan, maka Anda akan berlari sekuat tenaga. apa pun akan Anda gilas, setinggi apapun tembok akan Anda lompati. Anda terus berlari tanpa merasa lelah dan sakit meskipun kaki Anda terkena pecahan kaca. Kenapa Anda tidak merasa sakit padahal kaki Anda terkena pecahan kaca ? Jawabannya karena Anda TAKUT.

Jadi untuk para wanita, jangan mau menderita sendiri mana kala lelaki mu pergi dan bersenang senang dengan kegemarannya berganti wanita.

Laki laki itu BUAYA yang Buas, Tapi Buaya yang buas itu bisa berubah menjadi BIAWAK jika kamu bisa menaklukkannya. Selama berpacaran, jangan mau ditaklukkan laki laki. biar lah Anda takluk saat dia sudah menjadi suami mu.

Semoga bermanfaat ya...

Lelaki miskin tapi bertanggung jawab masih lebih baik dari pada lelaki Kaya dan Tampan tapi seperti AYAM.
Lohh... kok Ayam ? Ya.... Ayam Jantan tidak pernah setia pada satu betina
. .
Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Kupa Subscribe My Channel Youtube
Naufal Azhari