hallo what's up gays selamat datang di blog saya.. nama saya Naufal dan saya menyediakan berbagai info disini yang bisa berguna bagi kalian.. oke sering-sering berkunjung kesini ya kawan
Sunday, December 10, 2017
ALASAN MENGAPA HARUS SHALLAT BERJAMA'AH DI MASJID (UNTUK LAKI2)
Dalam rangka saling mengingatkan, saya akan bebagi 25 alasan laki2 harus shallat di masjid
1. Setiap langkah menghapus dosa dan menaikkan derajat
2. Didoakan malaikat
3. Mendapat cahaya sempurna di hari qiyamat
4. Diampuni dosa2nya spt bayi yg baru lahir
5. Malaikat berebut utk mencatat
6. Allah menjaga kekhusyu'an hati kita
7. Disaksikan sbg org beriman oleh Allah
8. Mati dalam keadaan muslim yg fitrah
9. Mendapat naungan Allah di hari qiyamat
10. Allah bergembira dgn hamba yg sholat berjama'ah di masjid
11. Shaf awal di masjid itu shaf para malaikat
12. Sholat subuh berjama'ah pahalanya spt sholat semalam
13. Sholat isya berjama'ah pahalanya spt sholah separuh malam
14. Berjalan diwaktu subuh menuju masjid berada dalam rahmat Allah
15. mendapat pahala seperti pahalanya haji dan umroh
16. Pahala mengikuti sunnah nabi
17. Dijauhkan dr sifat munafiq
18. Semakin jauh langkah semakin besar pahala
19. Dijamin hidup bahagia
20. Dijamin husnul khatimah
21. Dijamin dpt kavling di surga oleh Allah
22. Bagi yg tertinggal rokaat bhkn ktk dtg sholat sdh bubar, dia tetap mndapat pahala sholat berjama'ah diampuni dosa2nya meski dia sendiri
23. Pahala shaf pertama sangat besar
24. Bila ucapan Aamin pas dgn ucapan malaikat yg ikut shalat maka dosanya diampuni
25. Duduk menunggu imam, dicatat oleh malaikat sbg org yg sholat
Jadi apakah kita masih malas utk ke masjid dgn bgtu besar keutamaannya ?
Apakah shalat berjama'ah di rumah bersama keluarga memiliki keutamaan spt diatas ?
*TENTU TIDAK.
Apakah kita tdk mau setiap selesai sholat menjadi spt bayi yg baru lahir ? Didoakan malaikat ? Dijamin kavling surga ? spt Pahala haji dan umroh ? Dll
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
You Tube
Friday, December 8, 2017
PESAN UNTUK ANAK LAKI LAKI
Apabila Orang tua kita meninggal...........
Turunlah dalam liang kubur dan sambutlah jenazah Beliau........... !
Buka penutup keranda (tempat usungan jenazah), angkat jenazah Ibu Ayah kita.
Biarkan kita yang memutarkan mayat Ibu Ayah kita menghadap ke Kiblat........ !
Kita yang melakukan !
Bukan hanya menyaksikan saja orang lain yang melakukan.
Allahu Robbi........
Terakhir kali ini Aku melihat ayah Ibu.........
Biarkan kita yang merelai ikatan di kepala dan di tubuh Beliau.....
Pegang perlahan-lahan badan ayah Ibu kita.......
Arahkan Beliau dengan baik-baik, ambil gumpalan tanah dan letakanlah di belakang tengkuk ayah Ibu kita............
Ayah ibu .........., terakhir kali inilah Aku melihat Mu.......
Terlintas dalam hati kita sambil memegangnya…......
Kenanglah pengorbanan ibu saat mengandung kita, saat terlahir tangannya lah yang mengelus lembut wajah kita
Ingat sejak kita bayi, kitalah yang mengencingi wajahnya, kaki kitalah yang menendang nendang wajahnya, tapi ibu tetap tersenyum,..tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulut kita, tak rela sehelai nyamukpun menggigit tubuh kita, siang malam ditungguinya istirahat kurang tidurnya terganggu oleh kita... Sekarang tidur untuk selamanya
Ingat hari pertama kita bisa berjalan, bisa bicara, hingga sampai besar tak jarang kita membentak bahkan memaki ibu bapak kita, tatapan kita yang sinis ucapan kita yang sering melukai ..........
kita bisa bersekolah kita bisa berpakaian yang layak tetapi dibalik itu ayah kita peras keringat banting tulang agar kita tidak dihina orang, ayah cari pinjaman uang kesana sini mengurangi makan menjual barang kesayangannya agar terpenuhi kebutuhan anak Akankan kita rela sebagai anak .. Ayah ibu kita terhimpit tanah kubur, melolong😭 menjerit diliang lahat menanti doa dari anak yang soleh soleha??
Naiklah ke atas dan duduklah di tepi makam Beliau. -Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa
kita berikan untuk bekal Beliau kecuali hanya Doa :-
Ya ALLAH....
Aku angkat tanganku Ya ALLAH..............
Aku ridho Kau ambil ayah Ibuku Ya ALLAH......
Ayah Ibu yang mendidik & membesarkan Aku_.
Ya ALLAH hari ini Aku tinggalkan ayah Ibu Ya ALLAH.
Aku serahkan ayah Ibu atas urusan Mu belaka Ya ALLAH....
Aku tengadahkan tanganku Ya ALLAH...........
Kami memohon dengan sangat Engkau ampunkan dosa-dosa ayah Ibuku,Ya ALLAH........ !
Kasihani ayah Ibuku Ya ALLAH!
Ya ALLAH luaskan dan lapangkan kuburnya, terangi dan cahayai kuburnya, bahagiakan dialam kuburnya jangan sedikitpun tersiksa,aku titip orang tuaku ya ALLAH ...
Ya ALLAH jadikan setiap tetesan darahnya, keringatnya selama membesarkan aku menjadi saksi betapa beliau menyayangi aku..-
Ya Allah sayangi Beliau dan masukan ke surgamu tanpa hisab Ya Allah...........
Maka akan beruntunglah ayah Ibu kita, apakah ALLAH akan menolak do'a itu......... ?
ALLAH SWT tak akan menolak do'a ikhlas yang datang dari seorang anak yang soleh soleha_
Pesan ini bagi sahabat-sahabat yang selagi Ayah ibu masih hidup. Doakan mereka, sayangi mereka & hormati serta muliakan disisa umur mereka...... karena Ridho ALLAH SWT adalah Ridhonya Orang tua.... Murka ALLAH adalah Murkanya Orang tua...._
Dan bagi saudara saudara yang Ayah ibu telah tiada, mari kita bersama-sama mendo’akan Beliau............ !Ada waktu kita pasti akan mengalaminya.... di pendam, diinjak2 dan di tinggalkan sendirian oleh orang di sekitar kita yg kita cintai..... Mudah2an pas giliran kita ALLAH SWT perintahkan malaikat Rahmatnya buat menemani kita....... Aaamiiiin
*Silakan sebarkan tulisan ini kepada semua saudara saudara kita karena berbagi kebaikan suatu amalan yg pahalanya tiada putusnya
*SEMOGA SEDIKIT BERMANFAAT UTK ANAK ANAK CUCU KITA.....* Ya Allah...
✔ Muliakanlah orang yang membaca artikel ini
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit, Fitnah,Prasangka Keji, Berkata Kasar, dan Mungkar
✔ Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa ibu bapa ku, keluarga ku,saudaraku dan setiap orang yang meng-share & berkomentar "aamiin" dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu. Aamiin...
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari
Thursday, December 7, 2017
JODOH Dan KUALITAS
" Jodoh bukanlah tentang siapa dia, tapi bagaimana aku "
Ini menarik..
Allah tidak mengatakan secara langsung dalam Al Qur'an yang Mulia, bahkan Nabi Shalallahu'alaihi wa sallam dengan hadistnya yang menyatakan : "Bahwa jodoh kita telah ditulis berupa nama seseorang.. Bahwa Fulan akan berjodoh dengan Fulanah.."
Itulah yang Allah rahasiakan, bagaimana cara Allah memasangkan hamba-hamba-Nya..
Allah menjodohkan " Kualitas ",,
Mari saya ajak bertamasya pikiran ala Cinta Hakiki 💞..
Saya termasuk orang yang percaya bahwa kalimat al Quran akan dipahami orang secara berbeda-beda tergantung pada kadar iman dan kadar ilmunya.. Serta tujuannya..
ٱلزَّانِي لَا يَنكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوۡ مُشۡرِكَةٗ وَٱلزَّانِيَةُ لَا يَنكِحُهَآ إِلَّا زَانٍ أَوۡ مُشۡرِكٌٞ وَحُرِّمَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
(QS An Nurr ayat 3)
" Laki-laki berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.. "
ٱلۡخَبِيثَٰتُ لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَٰتِۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِۚ أُوْلَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَۖ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٌ كَرِيمٌ
(QS An Nur ayat 26)
" Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula).. Dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik-baik (pula).…… "
Perhatikan, Allah memasangkan kualitas :
Pezina/Musyrik «——» Pezina/Musryik
Keji «——» Keji
Baik-baik «——» Baik-baik
Mukmin «——» Mukmin
Mari kita perhatikan kode dari Allah ini..
Dalam banyak kasus di masyarakat kita..
Kita menjumpai ada seorang istri yang baik tapi suaminya jahat, suka berbuat zhalim..
Kita juga mendapati ada seorang laki-laki yang maaf (cacat secara fisik baik itu pendek, dsb) tapi mendapatkan perempuan yang normal dan baik..
Ajibkan ?
itulah Allah yang maha rahasia..
Cara kerja Allah tidak pernah bisa dipahami dengan logika manusia.
Karena logika kita sendiri diciptakan oleh-Nya..
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari
Tuesday, December 5, 2017
TAHUKAH ENGKAU SIAPAKAH SEBAIK-BAIK MANUSIA?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
( خيركم من تعلم القرآن وعلمه ) صحيح البخاري 5027
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari 5027 )
( خياركم أحاسنكم أخلاقا ) صحيح البخاري6035
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya"
(HR. Bukhari 6035)
( خيركم أحسنكم قضاء ) أي عند رد القرض . صحيح البخاري رقم 2305
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam membayar (mengembalikan hutang)"
(HR. Bukhari 2305)
( خيركم من يُرجى خيره ويُؤمٓن شره ) صحيح الترمذي / 2263
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling bisa diharapkan kebaikannya dan aman dari keburukannya"
(HR. Tirmidzi 2263)
( خيركم خيركم لأهله ) صحيح ابن حبان / 4177
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya"
(HR. Ibnu Hibban : 4177)
( خيركم من أطعم الطعام وردَّ السلام ) صحيح الجامع / 3318
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang memberi makan (kepada orang lain) dan menjawab salam"
(Shahih Al Jami' 3318)
( خياركم ألينُكم مناكب في الصلاة ) الترغيب والترهيب 234/1 أي: يفسح لمن يدخل الصف في الصلاة .
"Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam meluaskan tempat ( bagi orang masuk dalam shaf) *dalam shalat."
(Targhib wa Tarhib 1/234)
( خير الناس من طال عمره وحسن عمله ) صحيح الجامع 3297
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya."
(Shahih al Jami' 3297)
( خير الناس أنفعهم للناس ) صحيح الجامع 3289
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain."
(Shahih al Jami' 3289)
( خير الأصحاب عند الله خيركم لصاحبه، وخير الجيران عند الله خيركم لجاره ) صحيح الأدب المفرد/84
"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap sahabatnya. Sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah orang yang paling baik terhadap tetangganya"
(Shahih Adabul Mufrad : 84)
( خير النَّاس ذو القلب المَخْمُوم واللِّسان الصَّادق ) قالوا : صدوق اللسان نعرفه ، فما مخموم القلب ؟ قال : ( هو النقي ، التقي ، لا إثم عليه ، ولا بغي ، ولا غل ، ولا حسد ) . صحيح الجامع / <3291
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang memiliki hati yang makhmum dan lisan yang jujur."
Para sahabat bertanya : Lisan yang jujur kami paham, maka apa yang dimaksud dengan hati yang makhmum?
Beliau bersabda : "orang yang memiliki hati bersih dan bertaqwa, tidak ada dosa, tidak berbuat zhalim, serta tidak ada kebencian dan hasad"
(Shahih al Jami' 3201)
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari
Monday, December 4, 2017
PERBEDAAN ANTARA DUA KERAGUAN
Untuk membedakan antara keraguan dan kebimbangan yang berasal dari hasutan setan atau yang berasal dari jiwa manusia itu sendiri, jika keraguan itu ada pada diri Anda dan terus menghasut Anda untuk terus melakukan dosa dengan menghayalkan kenikmatannya, maka keraguan itu datangnya dari setan. Namun jika keraguannya hanya sebatas satu macam dosa saja dan Anda tertarik untuk berbuatnya maka keraguan itu datang dari diri Anda sendiri.
Dengan demikian iblis akan selalu datang dari setiap celah yang dianggapnya sebagai kelemahan manusia itu. Jika seorang itu dianggap teguh oleh setan dalam hal tertentu misalnya, maka ia akan datang dari celah lain yang dianggap lemah dan dapat digodanya. Seseorang yang teguh mengamalkan shalat 5 waktu misal, akan datang iblis menggodanya dengan cara lain. Misalnya mengiming-imingnya harta sehingga berusaha agar orang itu tidak mengeluarkan zakat, sedekah, infak, contoh lain yaitu korupsi, mengambil uang rakyat, dan lain sebagainya dengan anggapan bahwa uang tersebut adalah haknya dan dengan harta ini ia berangan-angan bahwa hidupnya kelak tidak akan pernah kekurangan. Namun sebenarnya yang dapat menambah banyaknya harta adalah dengan jalan shadaqah. Seperti yang dikatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam:
”Tidaklah berkurang harta seseorang jika bersedekah .” (HR. Muslim)
Mungkin kita perlu mendengar cerita Tsa’labah, seseorang yang pernah meminta kepada Nabi Muhammad agar beliau sudi mendoakannya agar ia memiliki harta yang berlimpah. Kemudian Nabi Muhammad berkata kepadanya “Bersyukur dengan sedikit harta lebih baik dari pada banyak tapi tidak bersyukur.” Namun Tsi’labah besikeras agar beliau mendoakannya, kemudian Nabi Muhammad mendoakannya agar ia menjadi orang kaya di Madinah. Mulailah Tsi’labah shalat jamaah bersama Nabi Muhammad, pengajian bersama beliau, sekali-sekali hadir dan dilain waktu absen. Sehingga suatu saat ia hanya datang ke masjid untuk shalat Jum’at saja, kemudian setelah itu tidak sama sekali bahkan sama sekali tidak mengeluarkan zakat dengan anggapan bahwa zakat itu tidak lain hanya pajak saja. Sehingga turunlah ayat:
{وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ (75) فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ (76) فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَى يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (77)
”Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar, kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shaleh. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apayang mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga selalu menentang (kebenaran).”(QS. At-Taubah: 75-77)
Ketika turun ayat ini, sadarlah Tsa’labah atas perbuatannya, kemudian ia bermaksud membayar zakat yang selama ini luput kepada Nabi Muhammad, namun beliau menolaknya. Di zaman Abu Bakar ra, Tsa’labah berniat mengeluarkan zakat lagi namun ditolaknya pula. Begitu pula di masa pemerintahan Umar yang menolaknya pula, hingga akhir hayatnya zakat yang hendak dikeluarkannya tidak pernah ada yang mau menerimanya.
Dari kisat diatas betapa setan terus merayu secara terus menerus sehingga merubah manusia yang taat berubah menjadi manusia yang pendosa dari kisah-kisah seperti ini masih banyak yang menunjukkan bahwa setan terus mencari sudut kelemahan dalam diri manusia hingga ia berhasil menjatuhkannya dalam maksiat.
Perlu diingat bahwa setan tidak saja menempuh jalan yang buruk untuk menggoda manusia, namun juga memberikan ilusi yang indah dan menawan sehingga jiwa manusia tertarik melakukannya dan bahkan dimudahkan dalam melaksanakannya. Seorang yang hidup dalam kesulitan ekonomi misalnya, digoda untuk mencari uang dengan cara termudah tanpa kerja keras. Misal mencopet, dengan kata lain sewaktu setan membujuk orang itu untuk mencopet ia dimudahkan pula dalam melaksanakannya. Sehingga setan mampu menggoda manusia dengan mudah dan tidak akan manusia-manusia menghalanginya seperti beredarnya darah dalam diri manusia sesuka hati tanpa terhalang apapun. Namun bujukan setan itu akan mendapat perlawanan keras manakalah seorang hamba selalu dalam ketaatan dan berlindung kapada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Salah satu cara lainnya yang sering ditempuh iblis adalah dengan caraa berdusta atas Nabi Muhammad, dengan menghalalkan yang haram ataupun sebaliknya seperti ketika seseorang berkata, “Hukum ini tidak ada dalam Al-Qur’an jadi tidak mengapa melakukannya,” padahal dalam Al-Qur’an sendiri sudah menyebut Nabi Muhammad sebagai panutan umatnya:
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.(QS. Al-Hasyr: 7)
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari
Sunday, December 3, 2017
MAKMUR BUKANLAH KEBAHAGIAAN
Allah Subhanau wa Ta’ala menciptakan alam semesta beserta isinya dengan bentuk yang sangat dinamis dan harmonis. Dengan semakin berkembangnya dunia ini dengan berbagai macam tekhnologi yang telah dicapai manusia, perubahan itu akan terus berjalan dan berkembang seiring dengan perubahan zaman dan waktu. Namun apakah dengan kemajuan yang dicapai dan dimiliki manusia akan menjadi lebih tentram, damai, dan bahagia? Tentu saja tidak karena begitu banyak kesedihan, nestapa, dan kesedihan lainnya yang banyak diderita manusia dewasa ini khususnya dibidang ekonomi dengan tidak meratanya status ekonomi manusia. Perkembangan manusia yang begitu cepat ini sayangnya tidak dibarengi dengan pertumbuhan rohani manusia, membuat manusia lamban laun lupa tujuan utama yang pernah digariskan Allah kepada manusia. Dengan keadaan keringnya hati dari siraman rohani ditambah dengan gencarnya perlawanan setan terhadap mausia membuat manusia sulit mencapai kebahagiaan dan ketentraman, bahkan penyakit kejiwaan seperti histeris, stress, dan lain sebagainya justru melanda orang-orang yang mempunyai pengetahuan lebih dari masyarakat biasa dan fenomena seperti itu digambarkan dalam salah satu ayat Aal-Qur’an:
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.(QS. Al-Baqarah: 275)
Jika ditanya mengapa belum ada usaha yang sungguh-sungguh dari pakar psikolog untuk meneliti dan menyingkap penyakit yang melanda manusia dewasa ini? Apakah mereka tidak pernah bertanya kepada dirinya sendiri mengapa penyakit itu lebih parah dari penyakit lainnya? Padahal dengan perkembangan tekhnologi yang telah dicapai manusia ternyata tidak berhasil membahagiakan manusia. Tekanan batin, gelisah, stress, sedih, duka, nestapa tersebar merata disetiap pelosok, tidak hanya di negara maju saja. Dan itu tidak disebabkan oleh faktor tertentu saja namun oleh banyak faktor lainnya. Yang jelas bahwa penyakit itu terjadi karena keringnya batin manusia dan telah lupa dengan jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kehidupan kita saat ini yang begitu keras dan sulit akhirnya akan menunjukkan bahwa hidup hanya semata-mata mencapai kepuasan, dan kepuasan itu tidak mungkin ada tanpa uang dan akhirnya harta adalah segala-galanya. Padahal kita menyadari bahwa semua kekayaan adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala karena ketika seseorang mati dia tidak membawanyake liang lahat dan tinggallah harta itu tetap berada didunia. Di lain pihak dunia sendiri bukanlah akhir dari segala-galanya dan ia pun bukan tujuan utama, ia hanya sebagai kenikmatan terbatas dan akan berakhir nantinya.
Jika kita merenung sebentar saja terbuktilah sudah bahwa tujuan paling utama dari rayuan, godaan, dan hasutan setan hanya satu, yaitu bahwa setan hendak meyakinkan kita bahwa Tuhan tidak pernah ada, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala akan selalu mendengar dan melihat semua perbuatan manusia. Banyaknya terjadi kekacauan dan kekejaman didunia ini karena manusia merasa Allah tidak melihat perbuatan manusia. Manusia tidak akan berani mencuri, berzina, membunuh, berbuat keji jika yakin dihatinya bahwa Allah melihatnya dan Allah akan membalas semua perbuatan keji manusia. Setan itu selalu berusaha pula mencari jalan dan celah kelemahan seseorang dengan menggambarkan dosa itu sebagai ilusi yang indah dan menawan serta penuh kebaikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dan memperingati kaum mukmin akan bahaya bujuk rayu setan dan keharusan seorang mukmin untuk melawannya dengan segala upaya, sedangkan bagi seorang pendosa jika ia masih tetap pada jalannya, Allah akan meninggalkannya dan jadilah ia penuh dan berlumuran dosa, bahkan menjadi lebih buruk dan hina.
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari
Wednesday, November 29, 2017
AJARAN UTAMA LANGIT
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ لَكَ أَلا تَجُوعَ فِيهَا وَلا تَعْرَى (١١٨) وَأَنَّكَ لا تَظْمَأُ فِيهَا وَلا تَضْحَى (١١٩)
”Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan didalamnya dan tidak akan telanjang, dan tidak akan merasakan dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari didalamnya.” (QS. Thaha: 118-119)
Ayat ini menjelaskan semua yang akan Adam nikmati semasa hidup disurga dari segala hidangan yang mengenyangkan dan tidak akan pernah merasa lapar dan haus, tersedia segala model pakaian yang menutup aurat, air yang mengalir tiada henti, tidak merasa lelah dan penat, tersedia segala macam buah-buahan kecuali hanya satu pohon saja yang terlarang untuk mendekatinya, apalagi sampai memakan buahnya. Dan ayat ini merupakan pelajaran dasar pula bagi kita bahwa Allah memberikan kita di dunia segala macam, dan hanya beberapa diantaranya yang terlarang.
Kemudian Allah memperingati Adam dan Hawa bahwasanya iblis merupakan musuh terbesar manusia dan jangan pernah sekalipun mendengar hasutan dan kebohongannya:
فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (١١٧)
Maka Kami berkata: Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kalian dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.”(QS. Thaha: 117)
Perlu kita ketahui bahwa dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
”Janganlah kalian berdua mendekati pohon ini. nanti kamu termasuk orang-orang yang zalim.”
Allah sendiri tidak menggunakan kalimat “Janganlah kau makan pohon ini,” namun mengapa redaksi ayat itu tidak menggunakan ‘makan’ tapi justru menggunakan kata dekati? Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala hendak menjaga Adam dan keturunanya kelak dari tipuan dosa. Karena jika Allah menggunakan kalimat “Janganlah kamu makan” maka dengan sendirinya dipebolehkan bagi Adam dan Hawa mendekatipohon dan duduk disekitarnya, sambil berangan-angan nikmatnya memakan buah yang ada dipohon itu atau menikmati aroma buah itu hinggan mungkin sekali akan tergoda untuk memakannya. Karena tujuan Allah adalah untuk menjaga dan memperingati Adam dan keturunanya dari segala tipu daya, maka dipergunakanlah kata ‘mendekati’ agar semua kemungkinan buruk dapat dihindarkan. Karena jika anda mendekati sesuatu yang diharamkan Allah, maka anda mungkin akan berfikir ulang untuk melakukannya karena besarnya dosa yang ditimbulkannya dan mungkin anda akan mengurungkan tujuan semula sehingga menjauhinya. Mungkin saja anda akan terus mendekatinya sehingga yang diharamkan itu akan anda lakukan.
Demikian pula watak Al-Qur’an yang selalu menggunakan kata ‘mendekati’ (qurb) ketika membicarakan tentang maksiat, seperti yang tercantum dalam ayat:
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ حُرُمَاتِ اللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ الأنْعَامُ إِلا مَا يُتْلَى عَلَيْكُمْ فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الأوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ (٣٠
”Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka hal itu lebih baik baginya disisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.”(QS. Al-Hajj: 30)
Ayat diatas tidak menggunakan kalimat “Jangan kau sembah berhala”, karena jika kata ini digunakan, maka dibolehkan mendatangi tempat-tempat yang didalamnya terdapat segala macam berhala yang dipakai untuk ibadah dan duduk didalamnya. Demikian pula ketika Allah mengharamkan minuman keras.
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿المائدة:٩۰
”Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan itu.”(QS. Al-Maidah: 90)
Kata yang digunakan sebagai larangan itu hanya berarti “jauhilah” atau “jangan dekati” dan arti dari ayat diatas menjadi argumen sebagian orang yang berasumsi bahwa Allah tidak mengharamkan minuman keras karena ayah diatas hanya menunjukkan larangan untuk mendekati minuman keras itu saja. Asumsi itu tidak berdasar sama sekali, karena sebenarnya bahwa kalimat perintah yang menggunakan kalimat ‘mendekati’ mengandung larangan yang lebih keras dari pada kalimat yang hanya mengandung perintah larangan meminumnya. Jika larangan itu hanya berbentuk terlarangnya meminum minuman keras, maka larangan itu hanya sebatas mengonsumsinya saja dan perbuatan selain itu tidak dilarang. Artinya boleh diproduksi, diperdagangkan, ataupun boleh membangun kedai minuman keras, melayani pembeli dan duduk bersama mereka untuk melayani pelanggan, dan kita sendiri tidak berdosa sama sekali karena tidak sedikitpun mencicipinya. Namun berbeda halnya jika larangan itu berbentuk mendekati, artinya dari penyediaan semua fasilitas dari tingkat produksi, distribusi, perdagangan, hingga tingkat mengonsumsinya terlarang sama sekali tanpa kecuali.
TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG
Jangan Lupa Subscribe My Channel You Tube
Naufal Azhari
Subscribe to:
Posts (Atom)