Tuesday, October 31, 2017

HAMIL DILUAR NIKAH- Bagi kaum hawa wajib baca


Kita semua pasti pernah melihat seorang wanita yang hamil diluar nikah, jika pun tidak pernah melihat pastinya kita pernah mendengar ceritanya di masyarakat. Ada banyak sisi dari wanita yang hamil di luar nikah, antara lain :

1. Wanita yang berhubungan badan diluar nikah akan gampang sekali hamil, hanya sekali berhubungan badan bisa langsung hamil.
✅Hal ini berbanding terbalik dengan wanita menikah yang sangat susah untuk hamil, bisa berbulan bulan bahkan bertahun tahun.

2. Wanita yang hamil diluar nikah bisa menyembunyikan perutnya yang membesar sehingga kelihatan biasa saja.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan membesar perutnya saat hamil.

3. Wanita yang hamil di luar nikah tidak pernah merasa kesulitan, dia beraktivitas normal layaknya wanita yang tidak hamil.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang acap kali meringis kesakitan. Wanita menikah yang hamil akan kewalahan beraktivitas.

4. Wanita hamil di luar nikah tidak akan merasa sakit saat melahirkan, dimana pun dia bisa melahirkan tanpa bantuan bidan.
Dia bisa melahirkan di kebun, di kamar, di toilet, dan di tempat lain hanya seorang diri.
✅Hal ini bertolak belakang dengan wanita menikah yang akan merasa sakit saat melahirkan dan harus dibantu orang lain.

5.Hampir semua Wanita hamil diluar nikah akan meninggalkan anaknya selesai dilahirkan
✅Sementara wanita menikah akan menjaga anaknya.

Kadang memang hal ini luput dari perhatian sebab perhatian masyarakt sosial hanya terfokus pada satu kata "siapa yang menghamili".

Lalu mengapa wanita hamil diluar nikah sangat lihai berkamuflase ?
Mengapa perutnya bisa kecil ?
Mengapa dia masih normal beraktivitas ?
Mengapa dia enak saja melahirkan tanpa merasa sakit ?
Ternyata jawabannya adalah karena wanita yang hamil di luar nikah telah dicabut nikmat kewanitaannya oleh yang Maha Kuasa.

Yang Maha Kuasa sudah menggariskan nikmat yang luar biasa kepada wanita yaitu AKAN BERSUSAH PAYAH SAAT HAMIL DAN AKAN KESAKITAN SAAT MELAHIRKAN dalam sebuah ikatan perkawinan yang sah.

Tuhan sudah mencabut RASA SAKIT dari kodrat wanita yang hamil diluar nikah dan mengantinya dengan rasa KETAKUTAN. Rasa takut ini lah yang membuat wanita hamil di luar nikah tidak merasakan sakit lagi. DIA TAKUT, DIA MERASA BERSALAH sehingga dia menjadi mati rasa untuk merasakan sakit.

Berbeda dengan wanita yang hamil dalam ikatan pernikahan, Dia tidak akan takut sebab proses berhubungan badan yang dia lakukan sudah sesuai dengan perintah NYA. Wanita menikah tidak merasa takut makanya dia MERASA SAKIT.

Penjelasan mengenai wanita hamil diluar nikah yang tidak merasa sakit ini bisa kita tarik dalam praktek contoh lainnya, misalnya :
"saat Anda sedang mencuri dan ketahuan, maka Anda akan berlari sekuat tenaga. apa pun akan Anda gilas, setinggi apapun tembok akan Anda lompati. Anda terus berlari tanpa merasa lelah dan sakit meskipun kaki Anda terkena pecahan kaca. Kenapa Anda tidak merasa sakit padahal kaki Anda terkena pecahan kaca ? Jawabannya karena Anda TAKUT.

Jadi untuk para wanita, jangan mau menderita sendiri mana kala lelaki mu pergi dan bersenang senang dengan kegemarannya berganti wanita.

Laki laki itu BUAYA yang Buas, Tapi Buaya yang buas itu bisa berubah menjadi BIAWAK jika kamu bisa menaklukkannya. Selama berpacaran, jangan mau ditaklukkan laki laki. biar lah Anda takluk saat dia sudah menjadi suami mu.

Semoga bermanfaat ya...

Lelaki miskin tapi bertanggung jawab masih lebih baik dari pada lelaki Kaya dan Tampan tapi seperti AYAM.
Lohh... kok Ayam ? Ya.... Ayam Jantan tidak pernah setia pada satu betina
. .
Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan Kupa Subscribe My Channel Youtube
Naufal Azhari

Friday, October 27, 2017

AMAL YANG DITERIMA


لاَ عمَلَ اَرْجٰى للِْقبُولِ من عملٍ يَغيْبُ عَنكَ شُهُودُهُ وَيُحتَقَرُّ عَنْكَ وُجوُدُهُ

'Tidak ada amal yang dapat diharapkan diterima oleh Allah (ciri2nya) yaitu amal yang diabaikan (tidak dilihat) dan diremehkan."

Maqalah diatas menjelaskan bahwa mencapai kualitas amal yg ikhlas itu sangat sulit, karena diperlukan kejernihan hati dan niat yg tulus. Seringkali org beramal masih menyimpan lintasan tujuan selain Allah, bahkan semangat dalam beramal masih didasari oleh tujuan2 yg belum karena Allah, seperti semangat shalat berjamaah di masjid hanya sekedar tidak enak sama tetangga, atau terlintas ingin mendapatkan pujian dari org lain, apalagi niat jamaahnya di masjid ada tujuan politik. Maka amal yg demikian sangat sulit mencapai keikhlasan. Namun demikian, berjamaah di masjid memiliki keutamaan yg istimewa harus tetap dilakukan, yang paling penting yaitu menghilangkan virus2 yg menyebabkan rusaknya amal.

Ikhlas memang mudah sekali diucapkan scr lisan tapi sulit diperolehnya, seperti berkata saya ikhlas beramal ini karena Allah. Ucapan yg demikian bukan berarti menunjukkan keikhlasan yg sesungguhnya, krn ikhlas bukan ucapan melainkan gerakan hati yg tulus tanpa ada tendensi apapun.

Maka dalam hal ini, dalam maqalah di atas dijelaskan bahwa salah satu ciri amal ikhlas yang diterima oleh Allah yaitu: Pertama, amal yg kurang diperhatikan bahkan diabaikan. Kedua, amal yg diremehkan.

Seperti beramal dalam kesepian dan kesunyian yg terlepas dari perhatian makhluk sehingga dlm beramal jujur apa adanya tanpa ada rekayasa, dibuat2 dan munculnya aneka lintasan. Pada saat melakukan amal dg kondisi yg demikian bisa mencapai kualitas keikhlasan karena hatinya jernih. Namun utk mencapai kualitas demikian diperlukan keistiqamahan meningkatkan kualitas amal.

Semoga kita terus bisa berlatih utk meningkatkan kualitas keikhlasan amal kita. Sebab Allah hanya menerima amal yg dilakukan secara ikhlas, sdgkan amal yg tdk ikhlas akan menjadi sampah dan tdk memberi manfaat apapun.

Terima Kasih Telah Menonton

Jangan Lupa Subscribe My Channel Youtube
Naufal Azhari

Friday, October 20, 2017

TINGKATAN MANUSIA DIDALAM BERTAUBAT

Yakk sudah lama nggak berjumpa kali ini saya akan mejelaskan tentang Taubat
Orang yang bertaubat itu dibagi menjadi 4 tingkat yaitu:

A.Tingkat Pertama

Orang durhaka yang bertaubat dan menetapi taubatnya sampai akhir hayatnya. Ia menyadari kesalahannya yang telah lalu dan tidak akan menceburkan dirinya kembali dalam dosa, kecuali beberapa kesalahan kecil, dimana biasanya seseorang tidak bisa terhindar daripadanya selama tidak berada dalam derajat kenabian.

Inilaha yang disebut istiqamah dalam bertaubat, pelakunya bercepat-cepat dalam menjalankan kebagusan, mengganti kejahatan dengan kebaikan. Taubat ini disebut taubat nasuhah dan nafsu yang telah tenang itu dinamakan nafsu mutmainnah, yang akan kembali ke Tuhannya dengan keadaan ridha dan diridhai.

B.Tingkat Kedua

Orang bertaubat yang menetapi istiqamah dalam pokok-pokok perbuatan taat dan menjauhi dosa-dosa yang bisa dikerjakannya tanpa suatu kesengajaan yang khusus. Bahkan setalah ia mengerjakannya, kemudian mencela nafsunya, menyesal dan bersedih. Selanjutnya ia memperbaharui tekadnya, berjaga-jaga setiap gejala yang akan membawanya ke arah dosa sebagaimana yang telah terjadi.

Jiwa yang sperti ini patut disebut nafsu lawwamah, yaitu jiwa yang selalu menegur diri. Sebab ia mencela pemiliknya atas perbuatannya yang mencebur diri ke perbuatan yang tercela, sekalipun tanpa tekad yang bulat.

Tingkat ini termasuk tingkat tinggi, walaupun tidak setinggi tingkat pertama. Sebab unsur kejelekan telah tercampur dalam format dan bentuk anak turun Adam, sedikit sekali yang bebas daripadanya. Hanya saja tujuan usahanya adalah agar kebaikannya bisa mengalahkan kejelekan. Dengan demikian timbangannya lebih berat dan daun timbangan yang berisi kebaikan itu lebih berat daripada yang berisi kejahatan.

C.Tingkat Ketiga

Orang yang bertaubat dan istiqamah dalam taubatnya dalam suatu waktu, tetapi kemudian ia dikalahkan oleh dorongan syahwat, dia tak berdaya menghadapi meluapnya syahwat. Hanya saja disamping itu, dia terus melaksanakan perbuatan taat dan meninggalkan sejumlah dosa. Dalam kondisinya yang demikian itu, ia terus berharap semoga Allah memberi kemampuan kepadanya mengatasi dosa tersebut dan mencukupkan sampai disitu. Begitulah harapannya ketika melaksanakan syahwat itu, sedang bila telah selesai ia menyesal dan berkata: “Alangkah bahagianya seandainya saya tidak mengerjakannya. Saya akan bertaubat daripadanya dan berusaha sekuat daya untuk bisa mengatasinya.” Akan tetapi dia dibuat tak berdaya lagi oleh nafsunya taubatpun dirusak berkali-kali, hari demi hari. Jiwa semacam ini disebut nafsu musawwalah(jiwa yang diperintah)

Apabila Allah memberikan anugerah kepadanya serta memperhitungkan taubatnya, maka ia termasuk golongan yang beruntung. Tapi jika ia dikalahkan oleh keburukan dan dikuasai oleh syahwatnya maka ia dikhawatirkan bahwa menurut ketentuan azali ia harus berakhir celaka. Seorang pelajar tidak mau bersungguh-sungguh dalam belajar misalnya, perilakunya itu menunjukkan menurut ketentuan azali dia orang bodoh, sedikit harapan baginya untuk menjadi ilmuwan. Sebaliknya jika terus menerus ia dimudahkan mencapai sebab-sebab untuk berhasil, maka itu sebagai indikasi bahwa ketentuan azalinya, ia akan menjadi orang alim.

Oleh sebab itu sangatlah dikhawatirkan datang penutup sebelum bertaubat. Setiap tarikan nafas sangat mungkin berpeluang sebagai penutup. Karena itu hendaknya diperhatikan nafas itu, jika tidak bisa jatuh dalam hal yang menghawatirkan, sehingga ia berada dalam kerugian tak berkesudahan yang tiada guna lagi disesali.

D.Tingkat Keempat

Orang yang bertaubat dan berjalan secara istiqamah beberapa waktu, lalu kembali mengerjakan suatu atau beberapa dosa, tanpa ada rencana bertaubat dan tidak pula menyesal atas perbuatannya, bahkan ia terus bergelimang dalam kemaksiatan bagaikan orang yang lalai melampiaskan hawa nafsunya.

Orang semacam ini, merupakan orang yang terus menerus melakukan maksiat dan jiwanya ini disebut ammarah bissu’ yaitu nafsu yang memerintah kepada kejahatan dan lari dari kebaikan. Dengan begitu dikhawatirkan akan mengakhiri hidupnya dengan jahat (su-ul khatimah). Urusannya terserah kehendak Allah, jika dikehendaki oleh-Nya mendapat akhir hayat yang baik dan mati dalam ketauhidan, maka ia boleh menantikan api penyucian dineraka sekian lama.

TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG

Jangan lupa kunjungi channel youtube saya
naufal azhari